.jpeg)
Banyak orang mengira bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya dialami oleh orang dewasa. Namun, kenyataannya kasus hipertensi pada anak terus meningkat dan seringkali muncul tanpa gejala yang nyata. Oleh karena itu kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena jika dibiarkan tanpa penanganan, dapat berdampak buruk pada kesehatan masa depan anak.
Kesehatan anak hari ini menentukan kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya dan memahami risikonya adalah langkah pencegahan terbaik yang bisa dilakukan orang tua.
Gejala hipertensi pada anak
Gejala hipertensi pada anak bisa sangat bervariasi tergantung pada usia mereka. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan:
Pada bayi baru lahir:
Bayi yang mengalami hipertensi seringkali menunjukkan gejala yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan kondisi fisik umum, seperti:
- Sesak napas.
- Berkeringat berlebihan.
- Rewel terus-menerus tanpa alasan yang jelas.
- Kulit tampak pucat atau kebiruan.
- Muntah dan dalam kondisi berat bisa terjadi kejang.
Pada anak yang lebih besar:
Seiring bertambahnya usia, gejala yang muncul bisa menyerupai keluhan umum namun dengan intensitas yang lebih berat:
- Sakit kepala hebat dan mual hingga muntah.
- Mimisan.
- Penglihatan tiba-tiba kabur.
- Nyeri dada atau jantung berdebar-debar.
- Sesak napas, kejang, hingga kelumpuhan otot.
Faktor penyebab hipertensi pada anak
Penyebab hipertensi pada anak dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu primer dan sekunder:
1. Hipertensi primer (terkait gaya hidup)
Hipertensi jenis ini biasanya muncul pada anak usia 2-6 tahun dan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta kebiasaan sehari-hari, seperti:
- Obesitas dan kurangnya aktivitas fisik (kurang gerak).
- Kebiasaan makan tinggi garam.
- Adanya riwayat hipertensi dalam keluarga.
- Penyakit penyerta seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
- Paparan asap rokok.
2. Hipertensi sekunder (akibat kondisi tertentu)
Hipertensi sekunder terjadi karena adanya kondisi medis mendasar yang memicu naiknya tekanan darah. Beberapa penyebabnya meliputi:
- Masalah pada organ ginjal atau kelainan jantung bawaan.
- Gangguan hormon atau kondisi sleep apnea.
- Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.
- Keracunan mineral berat.
Pencegahan hipertensi pada anak
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin, kesehatan si kecil dapat terjaga secara optimal. Pastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang, membatasi asupan garam, serta aktif bergerak setiap hari.
Jika anak Anda menunjukkan salah satu gejala di atas, jangan menunggu hingga terlambat. Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Konsultasi dengan dokter spesialis anak
Jangan ragu untuk mendiskusikan kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak Anda dengan ahlinya. Pemantauan rutin tekanan darah anak saat pemeriksaan kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk mendeteksi adanya risiko hipertensi sejak dini.
Dapatkan pemeriksaan komprehensif untuk buah hati Anda bersama Dokter Spesialis Anak Eka Hospital. Tim medis kami siap membantu memantau kesehatan si kecil agar tetap tumbuh sehat dan ceria.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

