Home>Better Health>Kehamilan>Tips dan Panduan Makan Ibu Hamil

Better Health

Tips dan Panduan Makan Ibu Hamil

makanan sehat ibu hamil

Saat memasuki masa kehamilan ibu hamil perlu mendapatkan asupan nutrisi yang baik agar perkembangan janin sehat dan maksimal. Pada dasarnya ibu hamil tidak perlu melakukan diet khusus, yang penting mengonsumsi makanan yang beragam dan mengandung nutrisi seperti vitamin dan mineral.

Tapi tahukah Anda, jika ada beberapa makanan sehat yang perlu dihindari pada masa kehamilan karena cara menyajikannya? Apa saja itu? Berikut ini beberapa tips makanan yang perlu dihindari saat hamil oleh  salah satu dokter spesialis kandungan Eka Hospital, dr. Angelina Rieska Sucipto, Sp. OG.:

Makanan sehat yang perlu dihindari saat hamil

Sebagai catatan, beberapa dari makanan ini sehat dan aman untuk dikonsumsi jika Anda sedang tidak hamil.

  • Sayuran mentah

Lalapan, karedok, dan salad adalah makanan sehat yang perlu dihindari saat hamil. Bukan karena tidak bergizi, tetapi sayuran mentah bisa membawa bakteri atau cacing yang dapat mengganggu pertumbuhan janin atau ibu hamil. Pastikan untuk selalu mengonsumsi sayuran yang dimasak agar bakteri mati sebelum dikonsumsi.

  • Ikan mentah

Selama masa kehamilan, hindari mengonsumsi ikan mentah seperti sashimi, sushi, dan segala jenis penyajian ikan yang tidak dimasak. Ikan mentah memiliki risiko tinggi membawa parasit ke tubuh saat dikonsumsi. Namun jika sudah dimasak, ikan bisa menjadi sumber nutrisi yang baik untuk ibu dan janin.

Hindari juga mengonsumsi kerang, terlebih yang berasal dari teluk Jakarta. Karena sifatnya yang dapat menyerap berbagai jenis polutan dan logam berbahaya seperti merkuri dan timbal, kerang bukanlah makanan sehat untuk dikonsumsi baik saat hamil maupun tidak.

  • Daging mentah

Sama seperti ikan, daging mentah juga berisiko menjadi pembawa parasit bagi tubuh. Oleh karena itu pastikan untuk mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan matang. Jika ibu suka mengonsumsi steak daging, pastikan untuk selalu memesan daging yang dimasak secara well-done agar bakteri dan parasit di dalamnya mati.

  • Ginseng

Meski merupakan akar-akaran yang sehat dan sering digunakan sebagai ramuan untuk membuat daya tahan tubuh lebih kuat, ginseng berbahaya jika dikonsumsi saat hamil. Jika dikonsumsi pada awal kehamilan, ginseng dapat menyebabkan keguguran dan pada hamil besar dapat memicu reaksi kontraksi yang hebat sehingga ari-ari bisa lepas sebelum waktunya.

  • Telur

Hindari mengonsumsi telur mentah maupun setengah matang karena berisiko mengandung bakteri seperti salmonella. Pastikan konsumsi telur yang sudah matang agar mendapatkan nutrisi yang aman.

Nutrisi yang dianjurkan selama kehamilan beserta sumbernya

Setelah tahu jenis makanan sehat yang perlu dihindari, ibu juga perlu tahu nutrisi yang diperlukan beserta sumbernya. Berikut ini daftarnya:

  • Asam folat dan zat Besi: Zat ini sangat penting untuk mencegah cacat saraf dan anemia. Ibu bisa mendapatkan asupan ini dari sayuran hijau yang dimasak matang (seperti bayam atau brokoli), kacang-kacangan, serta daging merah matang.
  • Kalsium dan vitamin D: Dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Susu, yogurt, dan keju adalah sumber kalsium yang baik, namun pastikan produk tersebut sudah melalui proses pasteurisasi untuk membunuh bakteri jahat.
  • Protein: Protein sangat diperlukan dalam perkembangan organ bayi yang optimal. Protein bisa didapat dari dada ayam, ikan laut rendah merkuri (seperti salmon atau kembung yang dimasak matang), serta tahu dan tempe.
  • Buah-buahan segar: Konsumsilah buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, pepaya, atau mangga untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga imunitas ibu. Pastikan buah dicuci sangat bersih di bawah air mengalir sebelum dikupas.

Tips menyiapkan makanan yang aman di Rumah

Selain memilih jenis makanannya, cara mengolah makanan pun sangat penting agar kehamilan tetap sehat:

  1. Cuci bersih: Gunakan air mengalir untuk mencuci semua sayur dan buah. Jangan gunakan sabun cuci piring biasa kecuali yang memang diformulasikan khusus untuk makanan.
  2. Pisahkan talenan: Gunakan talenan yang berbeda untuk memotong daging mentah dan untuk memotong sayuran atau bahan makanan siap saji. Ini mencegah terjadinya kontaminasi dari daging ke sayuran atau sebaliknya.
  3. Masak hingga matang sempurna: Gunakan suhu yang tepat saat memasak. Bakteri seperti Listeria atau Salmonella hanya akan mati jika makanan dipanaskan dengan suhu tinggi hingga ke bagian dalamnya.
  4. Minum dengan cukup dan batasi konsumsi jafein: Minumlah air putih minimal 2,5 hingga 3 liter sehari. Batasi konsumsi kopi atau teh (kafein) maksimal satu cangkir kecil per hari, karena kafein berlebih dapat menembus plasenta dan memengaruhi detak jantung janin.

Jika Anda ragu mengenai jenis makanan tertentu atau merasa memiliki keluhan setelah makan, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga ahli.

Konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pola makan sehat selama kehamilan. Dapatkan pemeriksaan kehamilan yang komprehensif dan panduan kesehatan ibu janin dari dr. Angelina Rieska Sucipto, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital PIK & Pluit

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Instagram Eka Hospital PIK, https://www.instagram.com/p/DT5MvzdkxDX/

    Diakses pada 24 January 2026

  • nhs.uk, https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/have-a-healthy-diet/

    Diakses pada 24 January 2026

  • hopkinsmedicine.org, https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/nutrition-during-pregnancy

    Diakses pada 24 January 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved