
Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan lewat nyamuk. Saat ini, kebanyakan kasus demam berdarah di Indonesia banyak diderita oleh anak-anak terutama mereka yang berusia di bawah 10 tahun.
Demam berdarah pada anak merupakan kondisi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Apa itu DBD pada anak?
Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Terdapat 4 jenis virus DBD yang dapat menyerang. Salah satu yang paling berbahaya ditandai dengan kebocoran plasma darah dari pembuluh darah, penumpukan cairan, masalah pernapasan, perdarahan internal, hingga gagal organ.
Di Indonesia, kasus demam berdarah lebih banyak terjadi pada anak, terutama pada anak yang berusia di bawah 10 tahun.
Mengapa DBD pada anak berbahaya?
Dibandingkan pada orang dewasa, DBD pada anak umum lebih berbahaya, terutama pada bayi atau anak di bawah lima tahun.
Hal ini karena sistem imun mereka yang masih dalam perkembangan dan belum matang sempurna. Alhasil, tubuh anak-anak akan bekerja lebih keras dalam melawan infeksi virus demam berdarah di dalam tubuh.
Tanpa pengobatan yang tepat, demam berdarah berat pada anak dapat berdampak fatal.
Gejala awal DBD yang sering disalahartikan
Pada tahap awal, gejala DBD umumnya menyerupai penyakit yang lain. Itu sebabnya, orang tua mungkin dapat menyalahartikan.
Beberapa gejala DBD yang perlu diwaspadai, di antaranya:
- Demam tinggi
- Nyeri badan, sendi, atau tulang
- Sakit kepala hebat
- Bintik merah di sekujur tubuh
- Mudah memar
- Sakit di belakang mata
- Mual dan muntah
Beberapa penyakit pernapasan juga ditandai dengan demam tinggi, sehingga normal bagi orang tua menyalahartikan. Apalagi anak-anak juga belum dapat mengekspresikan rasa sakitnya dengan jelas dan baik.
Demam kemudian dapat turun pada hari ketiga, tapi inilah fase kritis. Jika penurunan demam tidak disertai dengan perbaikan gejala, orang tua perlu segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan,
Periksakan pula anak ke dokter, terutama anak yang berusia di bawah 1 tahun, jika mengalami demam tinggi sesegera mungkin.
Fase DBD pada anak
Ciri khas dari demam berdarah adalah demam yang muncul dengan fase menyerupai pelana kuda. Berikut ini adalah fase perjalanan penyakit DBD yang perlu orang tua tahu:
1. Fase demam
Fase paling awal demam berdarah yang ditandai oleh demam tinggi hingga 40oC, disertai nyeri otot. Fase demam dapat berlangsung 2-7 hari dan sering disalahartikan sebagai penyakit lain karena gejala yang serupa.
2. Fase kritis
Pada fase kritis, demam bisa turun selama 1-2 hari sehingga anak tampak sembuh. Padahal, pada fase inilah risiko perdarahan justru paling besar terjadi dan berisiko tinggi mengalami dengue syok sindrom.
Syok DBD adalah kondisi ketika tubuh anak mengalami kebocoran plasma darah dan penurunan trombosit. Penurunan trombosit ini dapat menyebabkan anak mengalami perdarahan dalam.
Namun, pada fase ini, anak bisa mengalami BAB berdarah ataupun penurunan trombosit bila dicek.
Berhati-hati jika demam anak turun, tapi tidak disertai perbaikan gejala lainnya.
3. Fase pemulihan
Pada fase pemulihan, demam anak bisa kembali naik tapi tidak setinggi sebelumnya. Meski demam kembali naik, keadaan umum anak akan membaik dibanding hari-hari sebelumnya.
Penanganan DBD pada anak
Pengobatan DBD pada anak biasanya tergantung tingkat keparahannya. Meski demikian, tidak ada obat khusus yang dapat segera menyingkirkan virus DBD dari tubuh.
Umumnya, anak akan diminta untuk menjaga kebutuhan cairan anak.
Jika demam berdarahnya cukup ringan, anak mungkin bisa dirawat di rumah. Meski demikian, tanda-tanda vital anak beserta kadar trombosit perlu dipantau secara ketat.
Selain itu, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dialami anak dan membuatnya lebih nyaman.
Kapan perlu ke dokter?
Demam adalah salah satu gejala yang umum muncul di berbagai penyakit sebagai tanda tubuh sedang melawan infeksi.
Meski demikian, Anda perlu segera membawa anak ke dokter jika gejalanya membuat anak tidak nyaman dan sulit makan atau minum, serta menunjukkan gejala dehidrasi.
Beberapa tanda Anda perlu membawa anak ke dokter, yaitu:
- Anak tampak sangat lemas dan tidur terus
- Mulut kering
- Menangis tanpa keluar air mata
- Bernapas cepat
- Mata celong
- Ujung jari kaki dan tangan dingin
- Demam di atas 40oC
- Tidak buang air kecil
- Urine tampak sangat pekat
Umumnya, demam akibat infeksi virus biasa akan membaik dalam waktu 3 hari. Namun, Anda tetap ke dokter meski demam anak belum 3 hari terutama kalau Anda merasa sangat khawatir.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dr. Melia Yunita, Sp.A.M.Sc, di Eka Hospital Cibubur. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

