
Banyak pria menganggap gairah seksual yang mulai menurun sebagai hal biasa akibat kelelahan kerja atau bertambahnya usia. Padahal, penurunan gairah seksual bisa jadi salah satu tanda kadar hormon testosteron yang mulai berkurang.
Menurut dr. Christian C. Sunnu, Sp.And, dokter spesialis andrologi Eka Hospital PIK, penurunan hormon ini adalah proses alami yang dialami setiap pria seiring bertambahnya usia. Namun, mengenali tandanya sejak dini membantu Anda menentukan langkah penanganan yang tepat.
Apa Hubungan Testosteron dengan Gairah Seksual Pria?
Testosteron adalah hormon utama yang memengaruhi fungsi seksual pria, termasuk gairah seksual (libido), ereksi, hingga produksi sperma.
“Jadi gini, kalau laki-laki itu, seiring bertambahnya usia, namanya kita menua, itu pasti produksi hormonnya turun,” jelas dr. Christian C. Sunnu, Sp.And.
Saat kadar testosteron berkurang, fungsi-fungsi yang bergantung pada hormon ini pun ikut terpengaruh, salah satunya gairah seksual.
Sejak Usia Berapa Testosteron Mulai Menurun?
Dr. Christian C. Sunnu menjelaskan, penurunan testosteron pada pria umumnya mulai terjadi setelah usia 25 tahun, dengan penurunan sekitar 1% setiap tahunnya.
“Salah satu yang paling utama itu, laki-laki setelah umur 25 tahun, per tahunnya turun 1 persen. Jadi biasanya mulai muncul gejala itu di umur 35,” ujarnya.
Pola ini sejalan dengan kajian ilmiah yang mencatat penurunan kadar testosteron seiring usia sebagai proses fisiologis yang wajar pada pria, meski kecepatan dan dampaknya bisa berbeda pada tiap individu.
Apa Saja Tanda Testosteron Rendah pada Pria?
Berdasarkan pengalamannya menangani pasien, dr. Christian C. Sunnu membagikan tiga tanda paling umum yang muncul saat kadar testosteron mulai turun. Selain itu, ada beberapa tanda lain yang juga perlu diperhatikan.
1. Mudah lelah
Tanda pertama yang biasanya dirasakan adalah tubuh mudah lelah, meski aktivitas yang dijalani tidak berbeda dari biasanya.
“Dulu waktu muda, umur 16-17, kita olahraga tiap hari, kesibukan segitu macam, enggak capek-capek. Tapi begitu sudah umur 35, jadi cepat capek,” kata dr. Christian C. Sunnu.
2. Ereksi pagi hari berkurang
Tanda kedua adalah frekuensi ereksi pagi hari yang mulai tidak menentu.
“Yang biasanya mulai gejala itu, ereksi pagi hari, kadang ada kadang enggak ada. Itu salah satu tanda kalau sudah mengalami penurunan hormon testosteron,” jelasnya.
3. Gairah seksual menurun
Tanda ketiga sekaligus yang paling sering dikeluhkan adalah menurunnya gairah seksual.
“Gejala ketiga adalah libido atau gairah seksual, hubungan sama istrinya, yang tadinya rutin, sekarang seminggu cuma sekali, atau bahkan sebulan sekali. Terakhir, dia juga mengalami penurunan kekerasan ereksi,” ungkap dr. Christian C. Sunnu.
4. Massa otot berkurang
Selain tiga tanda di atas, penurunan testosteron juga kerap ditandai dengan berkurangnya massa dan kekuatan otot, meski Anda tetap rutin beraktivitas fisik.
5. Lemak tubuh bertambah
Kadar testosteron yang rendah juga dapat membuat lemak tubuh lebih mudah menumpuk, meski pola makan tidak banyak berubah.
6. Perubahan suasana hati
Pria dengan testosteron rendah juga bisa mengalami perubahan suasana hati, seperti mudah murung atau kehilangan motivasi, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Apa Saja Penyebab Lain Penurunan Testosteron?
Selain proses penuaan alami, beberapa kondisi berikut juga dapat mempercepat penurunan kadar testosteron pada pria.
1. Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama obesitas, berkaitan erat dengan kadar testosteron yang lebih rendah pada pria.
2. Kurang tidur
Kurang tidur atau gangguan tidur seperti sleep apnea juga dapat memengaruhi produksi hormon testosteron dalam tubuh.
3. Stres berkepanjangan atau kondisi medis tertentu
Stres yang berlangsung lama, serta kondisi medis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan hormon lainnya, juga dapat berkontribusi terhadap penurunan kadar testosteron.
Kondisi yang disebut hipogonadisme fungsional ini ditemukan pada sekitar 2% pria berusia 40-80 tahun di populasi umum, dan berbeda dari penurunan testosteron akibat kelainan organik bawaan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Spesialis Andrologi?
Jika Anda mengalami kombinasi beberapa tanda di atas secara terus-menerus, terutama mudah lelah, ereksi pagi hari berkurang, dan gairah seksual menurun, sebaiknya jangan dianggap sepele.
Dokter spesialis andrologi dapat melakukan pemeriksaan kadar testosteron melalui tes darah untuk memastikan penyebabnya, sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda. Penanganan dini juga membantu mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan fisik maupun kualitas hidup.
Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Christian C. Sunnu, Sp.And, dokter spesialis andrologi Eka Hospital PIK dan BSD. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

