Untuk orang dengan obesitas berat, operasi bariatrik jadi salah satu cara menurunkan berat badan. Namun kini, di Indonesia, terdapat teknologi kesehatan terbaru bernama gastric balloon yang membantu dalam program weight loss.
Gastric balloon merupakan salah satu perkembangan teknologi kesehatan yang memungkinkan penurunan berat badan tanpa operasi.
Mengenal gastric balloon untuk weight loss
Gastric balloon adalah prosedur menempatkan implan berupa balon silikon yang diisi cairan saline berwarna ke dalam lambung untuk membantu menurunkan berat badan. Menempatkan implan balon ke dalam lambung ini dapat mengisi sebagian kapasitas lambung.
Dengan demikian, Anda akan merasa lebih cepat kenyang sehingga jumlah makanan yang masuk ke tubuh juga akan berkurang. Dengan demikian, berat badan pun dapat turun.
Gastric balloon adalah prosedur minimal invasif dan bersifat sementara. Artinya, implan balon lambung akan dikeluarkan lagi dari dalam lambung setelah program ini selesai dilakukan.
Jenis-jenis gastric balloon
Terdapat beberapa jenis implan balon yang umum digunakan, yaitu:
1. Orbera IGB (Orbera Intragastric Balloon)
Orbera IGB adalah salah satu jenis balon implan yang paling umum dan lama digunakan. Banyak data penelitian juga mendukung efektivitasnya.
Balon ini dapat bertahan selama 6-8 bulan tergantung dari jenis yang digunakan.
2. Heliosphere balloon
Salah satu efek samping pemasangan gastric balloon adalah mual dan muntah berlebihan.
Untuk itu, diciptakan kan heliosphere balloon yang berisi udara untuk menurunkan risiko efek samping yang muncul.
Meski demikian, penggunaannya terhitung lebih berisiko mendatangkan komplikasi saat prosedur, seperti sulitnya balon melalui katup sfingter esofagus atas karena ukurannya yang besar, kesulitan menempatkan dalam posisi yang benar, dan bocor spontan.
3. Spatz3® balloon
Ini adalah tipe gastric balloon yang dapat bertahan lebih lama di dalam perut, bahkan hingga 1 tahun. Hal ini membantu pasien untuk memperbaiki pola makan dan menjadi lebih konsisten dengan pola makan tersebut.
Balon ini terdiri dari 3 bagian, yaitu balon, kait silikon, selang silikon untuk pengisian cairan saline. Balon ini perlu dimasukkan dengan endoskopi yang sudah terlubrikasi dengan baik.
Meski demikian, karena bentuk dan permukaan balon yang tidak mulus, pemasangannya mungkin lebih sulit dibandingkan tipe gastric balon pada umumnya.
4. ReShape Duo integrated dual balloon system
Balon lambung ini memiliki dua bagian terpisah yang dihubungkan dengan silikon fleksibel. Tujuannya untuk mengurangi kemungkinan balon pindah ke usus ketika salah satunya mengempis secara tiba-tiba.
Saat mengembang, balon ini memenuhi sebagian besar lambung (900 ml) tapi tetap menjaga bentuk anatomi lambung.
5. Obalon®
Berbeda dari yang lain, Obalon adalah jenis intragastric balloon yang dapat ditelan. Balon dikompres ke dalam kapsul gelatin yang dapat larut. Setelah ditelan, penempatannya akan dipantau menggunakan fluoroskopi untuk memastikan posisinya benar.
Obalon terdiri atas 3 tablet terpisah. Masing-masing tabletnya bervolume 250 ml dan diminum selang satu bulan. Ini membantu pasien lebih mudah beradaptasi.
Meskipun dapat dilakukan hanya dengan meminumnya, pengangkatan gastric balloon tetap dilakukan dengan prosedur endoskopi dan dilakukan sekaligus. Penggunaannya untuk mengatasi obesitas pada anak memberikan hasil yang menjanjikan.
Bagaimana cara kerja gastric balloon untuk menurunkan berat badan?
Prosedur gastric balloon menempatkan implan balon ke dalam lambung. Balon ini dapat mengembang mulai dari 250-900 ml sehingga dapat memenuhi kapasitas lambung.
Kapasitas lambung orang dewasa sendiri adalah 1.500 ml. Artinya, menempatkan balon di dalam lambung akan mengambil sebagian besar kapasitas lambung.
Orang yang mengalami obesitas kemungkinan akan memiliki volume lambung yang jauh lebih besar. Itu sebabnya, sulit bagi mereka untuk merasa cepat kenyang. Akibatnya, mereka cenderung makan lebih banyak dan sulit menurunkan berat badan.
Ketika lambung terisi dengan balon, Anda lebih mudah merasa kenyang sehingga asupan makanan yang masuk pun akan berkurang.
Selain memenuhi sebagian kapasitas lambung, cara ini juga membantu menata ulang mindset Anda dalam menerapkan pola makan yang lebih sehat.
Prosedur pemasangan gastric balloon
Pemasangan gastric balloon tergantung dari jenis yang dipilih. Namun secara umum, prosedur minimal invasif ini dilakukan melalui prosedur endoskopi.
Prosedur pemasangan gastric balloon, yaitu:
- Dokter akan memberikan sedasi untuk membuat Anda tertidur dan merilekskan kerongkongan Anda.
- Setelah obat bius bekerja, dokter akan memasukkan endoskopi berisi balon melalui mulut, kerongkongan, hingga akhirnya sampai di lambung.
- Saat sudah mencapai posisi yang tepat di lambung, balon akan diisi dengan cairan saline.
- Setelah terisi penuh, dokter akan melepaskan balon ke lambung dan secara otomatis balon akan tersegel sehingga cairan saline tidak tumpah.
- Dokter menarik endoskopi keluar.
Prosedur ini umumnya berlangsung selama 30-60 menit.
Siapa yang dapat menjalani prosedur ini?
Tidak semua yang mengalami obesitas dapat menjalani prosedur ini. Umumnya, pemasangan gastric balloon direkomendasikan pada orang yang mengalami obesitas kelas III, atau orang dengan BMI di atas 30 dan 40.
Orang yang telah dianjurkan untuk menjalani operasi bariatrik dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui peluang mereka menjalani prosedur gastric balloon mengingat ini lebih minim risiko.
Risiko dan efek samping yang mungkin terjadi
Prosedur gastric balloon adalah prosedur yang aman. Akan tetapi beberapa penyesuaian mungkin Anda rasakan pada awal-awal balon ditempatkan di lambung.
Itu sebabnya akan ada beberapa efek samping wajar yang Anda rasakan, seperti:
- Sakit perut
- Sakit tenggorokan sementara akibat prosedur
- Mual
- Sakit maag
- Asam lambung naik
- Sembelit
Namun, efek samping itu umumnya akan hilang setelah beberapa minggu. Anda bisa meminta obat yang tepat jika terasa tidak nyaman dan mengganggu.
Seberapa ampuh gastric balloon untuk weight loss?
Rata-rata, orang yang menjalani gastric balloon mengalami penurunan berat badan sebanyak 10% atau lebih.
Namun, prosedur ini bukanlah prosedur permanen. Artinya, setelah balon diangkat, mungkin saja Anda kembali ke berat badan awal bila tidak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Artinya, agar prosedur ini berjalan sukses, diperlukan juga komitmen untuk menjalani gaya hidup sehat dan menata ulang kembali pola makan.
Umumnya, balon akan ditempatkan selama 6-12 bulan di dalam lambung. Selain bertujuan untuk membuat kapasitas lambung berkurang, selama 6-12 bulan ini pula Anda akan memperbaiki dan menata ulang kembali kebiasaan makan.
Dengan demikian, pada akhir program, ketika balon diangkat sudah terbentuk suatu kebiasaan sehat sehingga kenaikan berat badan tidak kembali seperti awal.
Apabila Anda mengalami obesitas dan tak dapat menurunkan berat badan dengan cara konvensional, cobalah konsultasikan dengan dokter mengenai opsi lain yang mungkin tersedia bagi Anda.
Eka Hospital saat ini telah dapat melakukan prosedur gastric balloon. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis terbaik yang kami miliki sehingga jika dibutuhkan, Anda bisa langsung menjadwalkan segalanya dengan lebih lancar.
Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro-Entero Hepatologi Eka Hospital BSD, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.