
Seringkali, keluhan kaki seperti terasa pegal, mudah lelah, atau nyeri saat berjalan dianggap sebagai hal yang wajar. Banyak orang menganggap sebagai dampak dari faktor usia, efek aktivitas fisik yang padat, atau rasa lelah akibat berdiri terlalu lama.
Padahal, dalam beberapa kasus, rasa sakit atau pegal pada kaki yang muncul berulang merupakan sinyal awal dari adanya gangguan pada sistem pembuluh darah yang sering tidak disadari.
Mengetahui perbedaan antara pegal biasa dan keluhan akibat gangguan vaskular sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Ketahui detailnya lewat penjelasan dari dr. Febiansyah Kartadinata Rachim, Sp.B, Subsp.BVE (K), Konsultan Bedah Vaskular dan Endovaskular di Diabetes Connection Care (DCC) Eka Hospital BSD
Kapan keluhan kaki masih normal dan kapan harus diwaspadai?
dr. Febiansyah Kartadinata Rachim mengatakan Rasa pegal yang wajar umumnya muncul setelah olahraga berat, berjalan jauh, atau berdiri seharian. Rasa tidak nyaman ini biasanya membaik dan hilang setelah kaki diistirahatkan, diluruskan, atau diolesi pereda nyeri.
Namun, Anda sebaiknya tidak mengabaikan keluhan ini dan segera memeriksakan diri jika menemukan tanda-tanda:
- Rasa nyeri atau kram selalu muncul saat mulai berjalan dalam jarak tertentu, lalu mereda saat berhenti sejenak.
- Kaki sering terasa dingin, kesemutan, atau kebas.
- Terjadi perubahan warna kulit pada kaki (menjadi lebih pucat, kebiruan, atau kehitaman).
- Kaki membengkak, terasa berat, dan pembuluh darah tampak menonjol.
- Luka di area kaki sulit sembuh atau sering kambuh.
Memahami dua masalah utama pembuluh darah kaki: arteri vs vena
Menurut dr. Febiansyah Kartadinata Rachim, gangguan pembuluh darah pada kaki secara umum terbagi menjadi dua kategori utama, tergantung pada jalur pembuluh darah yang bermasalah:
1. Masalah pada pembuluh darah arteri
Arteri bertugas mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung menuju seluruh jaringan kaki. Ketika dinding arteri menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak kolesterol , pasokan oksigen ke otot-otot kaki akan berkurang drastis.
- Gejala khas: Nyeri atau kram otot yang intens saat berjalan atau beraktivitas, namun hilang setelah istirahat beberapa menit.
- Risiko: Jika dibiarkan, penyumbatan total dapat menyebabkan kematian jaringan hingga berisiko amputasi, terutama pada penderita diabetes.
2. Masalah pada pembuluh Darah vena
Vena bertugas membawa kembali darah dari kaki menuju ke jantung melawan gaya gravitasi. Vena dilengkapi dengan katup satu arah agar darah tidak mengalir balik. Ketika katup ini lemah atau rusak, darah akan menumpuk di area kaki.
- Gejala khas: Kaki terasa berat, pegal di sore atau malam hari, bengkak di sekitar pergelangan kaki, hingga munculnya pelebaran pembuluh darah berwarna kebiruan yang menonjol (varises).
- Risiko: Penumpukan darah jangka panjang dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kecokelatan, peradangan, hingga timbulnya luka borok yang sulit sembuh.
Penanganan dini mencegah komplikasi berat
Pemeriksaan vaskular sejak dini merupakan langkah terbaik untuk mendeteksi penyumbatan atau kerusakan katup pembuluh darah. Dengan teknologi diagnostik modern seperti USG Doppler pembuluh darah dan pemeriksaan indeks ankle-brachial (ABI) dokter dapat memetakan aliran darah kaki tanpa rasa sakit.
Konsultasi Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular
Jangan abaikan rasa pegal atau nyeri pada kaki yang tak kunjung membaik, terutama jika Anda memiliki riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok.
Untuk evaluasi sistem pembuluh darah dan penanganan gangguan vaskular yang tepat, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya, dr. Febiansyah Kartadinata Rachim, Sp.B, Subsp.BVE (K), Konsultan Bedah Vaskular dan Endovaskular di Diabetes Connection Care – Eka Hospital BSD
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

