Home>Better Health>Urologi>Jenis Penyakit Urologi yang Sering Terjadi pada Wanita

Better Health

Jenis Penyakit Urologi yang Sering Terjadi pada Wanita

penyakit urologi wanita

Banyak orang mengira masalah urologi hanya dialami oleh pria. Padahal, wanita juga rentan mengalami gangguan pada sistem saluran kemih. Artikel ini membahas berbagai jenis penyakit urologi yang sering terjadi pada wanita beserta gejala, faktor risiko, hingga cara penanganannya.

Apa itu penyakit urologi pada wanita?

Penyakit urologi pada wanita adalah gangguan kesehatan yang menyerang organ-organ penyusun sistem saluran kemih. Sistem ini bertanggung jawab untuk menyaring, menampung, dan mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh dalam bentuk urine.

Organ yang termasuk dalam sistem saluran kemih meliputi:

  • Ginjal: Menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah untuk menghasilkan urine.
  • Ureter: Saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih.
  • Kandung kemih: Organ berbentuk kantung yang berfungsi menampung urine.
  • Uretra: Saluran tempat keluarnya urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

Mengapa wanita lebih rentan? 

Secara anatomi, wanita memiliki uretra yang jauh lebih pendek dibanding pria (sekitar 3–4 cm pada wanita, dibandingkan 20 cm pada pria). Selain itu, muara uretra wanita terletak sangat dekat dengan vagina dan anus,sehingga lebih mudah terpapar bakteri yang secara alami terdapat di area tersebut. Faktor inilah yang membuat bakteri lebih mudah masuk dan naik ke saluran kemih.

Jenis penyakit urologi yang sering terjadi pada wanita

Beberapa gangguan saluran kemih yang kerap dialami oleh wanita antara lain:

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada uretra atau kandung kemih. ISK merupakan masalah urologi yang paling umum pada wanita.
  2. Anyang-anyangan (disuria): Rasa perih, panas, atau tidak nyaman saat buang air kecil. Ini sering kali merupakan gejala awal dari ISK atau iritasi uretra.
  3. Overactive bladder (kandung kemih overaktif): Kondisi ketika otot kandung kemih berkontraksi secara tiba-tiba tanpa terkendali, menimbulkan dorongan kuat untuk berkemih yang sulit ditahan.
  4. Inkontinensia urine (beser): Ketidakmampuan menahan urine. Bisa terjadi saat batuk, bersin, tertawa, atau akibat dorongan mendadak.
  5. Batu saluran kemih: Adanya pengendapan mineral keras (seperti kalsium) yang membentuk "batu" di ginjal, ureter, atau kandung kemih, menyebabkan nyeri tajam dan hambatan aliran urine.
  6. Urine berdarah (hematuria): Kondisi ketika urine berwarna kemerahan, kecokelatan, atau mengandung bercak darah akibat adanya iritasi, infeksi, atau luka di saluran kemih.
  7. Prolaps kandung kemih (sistokel/cystocele): Kondisi di mana jaringan penyokong antara dinding vagina dan kandung kemih melemah, sehingga kandung kemih "turun" dan menonjol ke dalam vagina. Sering terjadi pascamelahirkan atau akibat penuaan.

Gejala dan faktor risiko

Apa saja gejalanya?

Gejala penyakit urologi pada wanita bervariasi tergantung jenis gangguannya, namun secara umum meliputi:

  • Rasa perih, panas, atau nyeri saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.
  • Rasa ingin BAK yang mendesak dan sulit ditahan.
  • Urine berwarna keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah.
  • Nyeri di area panggul, perut bagian bawah, atau pinggang belakang.
  • Urine keluar sedikit-sedikit atau merasa tidak tuntas setelah berkemih.

Faktor risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko wanita mengalami masalah urologi:

  • Aktivitas seksual: Gesekan saat berhubungan intim memudahkan bakteri masuk ke uretra.
  • Kehamilan dan persalinan: Memengaruhi kekuatan otot dasar panggul dan penekanan pada kandung kemih.
  • Menopause: Penurunan hormon estrogen membuat jaringan uretra dan vagina menipis sehingga lebih rentan infeksi.
  • Kebiasaan menahan buang air kecil: Membiarkan bakteri berkembang biak di dalam kandung kemih.
  • Kurang minum air putih: Menyebabkan pembentukan batu ginjal dan penumpukan bakteri.

Diagnosis

Untuk menentukan penyebab pasti, dokter spesialis urologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan:

  • Anamnesis & Pemeriksaan Fisik: Wawancara gejala dan pemeriksaan area panggul.
  • Tes urine: Memeriksa adanya bakteri, sel darah putih, atau darah dalam urine.
  • Pemeriksaan Pencitraan (USG/CT-Scan): Melihat struktur organ ginjal, kandung kemih, atau mendeteksi batu.
  • Sistoskopi: Prosedur melihat kondisi dalam kandung kemih menggunakan selang kecil berkamera (sistoskop).

Cara mengatasinya

Penanganan penyakit urologi disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya:

  • Terapi obat: Pemberian antibiotik untuk ISK, atau obat penyekat reseptor otot untuk mengontrol overactive bladder.
  • Latihan otot dasar panggul (senam kegel): Sangat efektif untuk mengatasi inkontinensia urine dan prolaps ringan.
  • Perubahan gaya hidup: Memperbanyak minum air putih, tidak menahan BAK, dan menjaga kebersihan area kewanitaan dari arah depan ke belakang.
  • Tindakan Medis/Bedah Invasif Minimal: Dilakukan pada kasus batu saluran kemih yang besar atau koreksi cystocele berat.

Kapan harus ke dokter?

Jangan menganggap sepele keluhan rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Anda disarankan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami:

  • Anyang-anyangan atau rasa terbakar saat BAK yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Urine tampak kemerahan atau berdarah.
  • Demam tinggi disertai menggigil dan nyeri pinggang.
  • Inkontinensia urine yang mengganggu kebebasan beraktivitas sehari-hari.

Konsultasi spesialis urologi di Eka Hospital MT Haryono

Penanganan gangguan saluran kemih pada wanita memerlukan pendekatan medis yang tepat dan terarah. Dengan pemeriksaan yang akurat sejak dini, sebagian besar penyakit urologi dapat disembuhkan secara tuntas sehingga Anda bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa cemas.

Untuk konsultasi, skrining kesehatan saluran kemih, hingga penanganan spesialis urologi komprehensif, Anda dapat mengunjungi Pusat Urologi Eka Hospital MT Haryono. Didukung oleh dokter spesialis urologi berpengalaman serta fasilitas teknologi diagnostik modern, Eka Hospital MT Haryono siap memberikan penanganan medis yang sesuai dengan kondisi pasien.

Jangan abaikan keluhan pada saluran kemih. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang keberhasilan terapi. Segera jadwalkan konsultasi dengan Tim Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono untuk penanganan yang tepat dan profesional.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • michiganmedicine.org, https://www.michiganmedicine.org/health-lab/urologist-explains-womens-most-common-urological-concerns-and-how-treat-them

    Diakses pada 30 July 2026

  • pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9919732/

    Diakses pada 30 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved