
Melihat anak tumbuh dan berkembang merupakan hal yang menyenangkan. Namun, proses tersebut juga dapat disertai berbagai kekhawatiran bagi orang tua. Salah satu hal yang membuat orang tua khawatir adalah anak belum menunjukkan kemampuan bicara yang sesuai dengan tahapan perkembangan usianya.
Lantas, apa sebenarnya speech delay itu, dan kapan orang tua harus mulai waspada? Yuk, simak penjelasan dari dr. Adinda Paramartha, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Depok!
Apa itu speech delay?
Speech delay (keterlambatan bicara) adalah kondisi ketika kemampuan bicara dan berbahasa seorang anak berkembang lebih lambat dibandingkan tahapan perkembangan yang diharapkan sesuai usianya.
Pemicu speech delay bisa sangat bervariasi, mulai dari kurangnya stimulasi lingkungan, paparan screen time yang berlebihan, hingga masalah medis, seperti gangguan pendengaran, kelainan organ artikulasi (misalnya tongue-tie), atau gangguan perkembangan saraf.
Tanda bahaya speech delay yang perlu diwaspadai
Menurut dr. Adinda Paramartha, setiap anak memang memiliki tahap tumbuh kembang yang berbeda. Meski demikian, ada beberapa patokan usia medis yang menjadi tanda bahaya (red flags) yang tidak boleh diabaikan:
- Usia 12 Bulan: Anak belum bisa berceloteh atau mengeluarkan suara berulang seperti "papa" atau "mama", serta tidak merespons saat namanya dipanggil.
- Usia 18 Bulan: Anak belum mampu mengucapkan minimal satu kata yang bermakna (misalnya "minum", "bola", atau menyebut nama orang terdekat secara konsisten).
- Usia 2 Tahun (24 Bulan): Anak belum bisa menggabungkan dua kata menjadi kalimat sederhana, seperti "mau minum" atau "mau mama makan", serta belum mampu menirukan kata atau tindakan secara spontan.
Jika anak menunjukkan salah satu dari tanda di atas, dr. Adinda Paramartha menyarankan orang tua untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi medis ketimbang menunggu anak "bisa bicara sendiri".
Apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah?
dr. Adinda Paramartha mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk merangsang kemampuan berbahasa anak di rumah, yaitu:
- Batasi dan kurangi screen time: Televisi, tablet, atau smartphone cenderung memberikan komunikasi satu arah yang pasif. Penelitian menunjukkan bahwa screen time yang berlebihan pada balita berkorelasi erat dengan risiko keterlambatan bicara.
- Perbanyak komunikasi dua arah: Bicara langsung dengan menatap mata anak. Ajak anak berdialog tentang kegiatan harian, jelaskan nama-nama benda di sekitarnya, dan beri jeda waktu agar anak merespons, baik melalui celotehan maupun gerak-gerik tubuh.
- Bacakan cerita sebelum tidur: Membaca buku bersama memperkaya kosakata anak, melatih fokus, serta membantu anak memahami struktur bahasa melalui cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.
Kapan harus ke dokter?
Jika berbagai stimulasi mandiri di rumah sudah dilakukan namun tanda-tanda keterlambatan bicara masih menetap, atau jika anak menunjukkan tanda-tanda kemunduran kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dikuasai, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Penanganan yang dilakukan lebih awal akan memberikan hasil terapi yang jauh lebih optimal bagi tumbuh kembang anak.
Konsultasi Spesialis Anak di Depok
Bila Anda tinggal di wilayah Depok dan sekitarnya, Anda dapat berkonsultasi langsung untuk mengevaluasi tumbuh kembang dan melakukan skrining keterlambatan bicara buah hati bersama ahlinya, dr. Adinda Paramartha, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Depok. Tonton juga videonya di Instagram Eka Hospital Depok.
Segera buat janji dengan dokter melalui Appointment Center di 1-500-129 atau WhatsApp Center di 0889-1500-129.

