
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, termasuk juga untuk penyakit jantung. Menjalani pemeriksaan rutin adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung.
Jadi, seberapa penting dan seberapa sering seseorang harus melakukan pemeriksaan jantung?
Pentingnya Periksa Kesehatan Jantung Rutin
Kebanyakan orang merasa dirinya tidak membutuhkan pemeriksaan kesehatan, terutama yang berhubungan dengan jantung karena tidak ada gejala yang dirasakan.
Padahal, gejala awal penyakit jantung memang sering kali tidak terasa. Akibatnya, seseorang pun tidak tahu bahwa dirinya berisiko mengalami sakit jantung. Gejala sakit jantung biasanya baru muncul ketika kondisinya sudah mulai memburuk dan memengaruhi fungsi tubuh.
Itu sebabnya, menjalani pemeriksaan jantung secara rutin terutama jika Anda memiliki faktor risiko sangat dianjurkan. Hal ini dapat membantu mendeteksi dini sekaligus mencegah kondisi memburuk yang dapat berakibat fatal.
Siapa Saja yang Perlu Periksa Rutin?
Siapa pun sebenarnya boleh menjalani pemeriksaan untuk skrining jantung secara rutin. Untuk beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah untuk kolesterol mungkin sudah dapat dilakukan secara rutin sejak usia 20 tahun.
Namun, utamanya, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung dapat dianjurkan lebih sering dan lebih dini. Faktor risiko sakit jantung adalah faktor-faktor yang membuat risiko Anda mengalami penyakit jantung meningkat. Jadi, belum tentu mengalami sakit jantung, tapi risikonya lebih tinggi.
Beberapa faktor risiko penyakit jantung, antara lain:
- Berusia di atas 40 tahun
- Berjenis kelamin laki-laki atau perempuan pada usia menopause
- Riwayat sakit jantung dalam keluarga
- Merokok (aktif ataupun pasif)
- Memiliki pola makan tinggi lemak dan tinggi kalori
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Memiliki tekanan darah tinggi
- Memiliki kolesterol tinggi
- Kadar gula darah tinggi
- Tidak pernah atau jarang berolahraga
- Stres tinggi
- Kurang tidur dalam jangka panjang
- Tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut
Jenis Pemeriksaan Rutin untuk Jantung
Ada banyak jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menilai kondisi jantung Anda. Setiap pemeriksaan bisa jadi berbeda-beda frekuensi melakukannya dan kapan harus dilakukannya.
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis pemeriksaan yang tepat yang harus Anda jalani sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Beberapa jenis pemeriksaan rutin yang dapat dilakukan untuk jantung, antara lain:
1. Cek Kolesterol
Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko sakit jantung. Sebab, kolesterol yang tinggi dapat membentuk plak di pembuluh darah yang mengganggu aliran darah ke jantung.
Kondisi ini juga meningkatkan risiko sakit jantung. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara rutin pada pasien berusia di atas 20 tahun.
2. Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami sakit jantung. Maka itu, penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal di angka 120/80 mmHg untuk orang dewasa.
Memeriksakan secara rutin (minimal satu tahun sekali) bisa membantu mendeteksi hipertensi, mengingat kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala.
3. Pemeriksaan Kadar Gula Darah
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, termasuk sakit jantung. Apalagi, jika Anda berusia di atas 45 tahun atau mengalami obesitas.
Jika Anda memiliki diabetes atau riwayat diabetes, usahakan untuk rutin mengecek kadar gula darah ataupun HbA1C dan menjaganya tetap normal untuk mencegah penyakit jantung.
4. Lingkar Perut
Salah satu pemeriksaan sederhana di rumah untuk menilai risiko sakit jantung adalah dengan mengukur lingkar perut. Anda bisa mengukur lingkar perut menggunakan meteran.
Normalnya, lingkar perut laki-laki adalah di bawah 94 cm, sedangkan perempuan di bawah 80 cm.
5. Elektrokardiogram
EKG dilakukan untuk menilai aktivitas kelistrikan di jantung yang mengatur detaknya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat ataupun ketika sedang beraktivitas fisik (exercise stress test).
6. Echo jantung
Echocardiogram, atau disebut Echo jantung atau USG jantung, adalah pemeriksaan untuk melihat struktur jantung dan aliran darah di jantung.
7. Calcium Score Test
Skrining untuk jantung yang dilakukan untuk menilai seberapa banyak plak yang ada di pembuluh darah. Semakin banyak plak, semakin tinggi pula risiko penyakit jantung koroner.
8. Angiografi
Pemeriksaan arteri koroner menggunakan sebuah alat menyerupai selang dengan kamera untuk melihat adanya sumbatan atau penyempitan di pembuluh darah menuju jantung.
9. MRI Jantung
Pemeriksaan jantung untuk melihat kondisi atau gambaran jantung yang lebih detail dibandingkan dengan USG.
10. USG Karotis
Pemeriksaan USG untuk melihat kondisi arteri karotis, yakni pembuluh darah dari jantung menuju otak.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung
Dalam kebanyakan kasus, penyakit jantung koroner sebenarnya bisa dicegah dengan menjalani pola hidup yang sehat. Walaupun, melakukan pemeriksaan tetap tidak kalah penting.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung, yaitu:
- Hindari asap rokok. Asap rokok membuat pembuluh darah menjadi tidak elastis dan plak lebih mudah terbentuk, sekaligus menurunkan kadar oksigen dalam darah akibat zat berbahaya dalam rokok.
- Berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit sehari atau 150 menit dalam seminggu.
- Konsumsi makanan tinggi serat, rendah lemak, dan batasi konsumsi garam karena dapat menurunkan risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi.
- Menjaga berat badan ideal
- Tidur cukup
- Mengendalikan stres
Setiap jenis pemeriksaan mungkin memiliki waktu yang tepat yang berbeda-beda. Maka itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai kapan harus mulai rutin melakukan pemeriksaan rutin untuk jantung sekaligus seberapa sering harus dilakukan.
Anda bisa berkonsultasi mengenai kebutuhan Anda di MYCardia Eka Hospital yang didukung oleh dokter spesialis jantung berpengalaman.
Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu dan memeriksa jadwal dokter.

