
Tinggi badan bisa jadi salah satu indikator yang menggambarkan kondisi kesehatan si Kecil. Tinggi badan anak yang terlalu rendah di bawah rata-rata anak seusianya bisa menjadi gambaran mengenai tinggi badan yang dapat dicapai anak pada masa dewasanya, terlebih jika sudah melewati masa pertumbuhan.
Terapi growth hormone bisa jadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan tinggi badan yang masih dalam masa pertumbuhan, terutama bagi anak-anak yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan.
Siapa yang Membutuhkan Terapi Growth Hormone?
Menurut dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Eka Hospital PIK dan BSD, terapi growth hormone dapat diberikan untuk mengoptimalkan tinggi badan anak yang mengalami defisiensi growth hormone.
Biasanya, anak dengan growth hormone deficiency memiliki tinggi badan yang cenderung lebih pendek di antara anak-anak seusianya.
Mengapa Anak Bisa Kekurangan Growth Hormone?
Growth hormone adalah hormon pertumbuhan yang umumnya diproduksi saat anak-anak tidur nyenyak atau berada dalam fase deep sleep.
“Saat ini, anak-anak sudah main gadget dan terpapar blue light. Sinar inilah yang mengganggu kualitas tidur anak, sehingga tidak bisa deep sleep, akhirnya membuat produksi hormon pertumbuhan terhambat,” papar dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And.
Produksi hormon pertumbuhan yang tidak optimal menyebabkan pertumbuhan anak terhambat, begitu juga untuk otot dan tulangnya.
Seberapa Efektif Terapi Growth Hormone untuk Menambah Tinggi Badan?
Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Growth Hormone & IGF Research, terapi hormon pertumbuhan diketahui memberikan dampak positif pada pertumbuhan tinggi badan anak, khususnya pada anak yang mengalami idiopathic short stature (ISS).
Bukan hanya pada anak yang mengalami idiopathic short stature (ISS), terapi growth hormone juga diketahui berdampak positif pada tinggi badan anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan, sindrom Turner, dan berat badan lahir rendah.
“Lionel Messi itu juga melakukan terapi hormon pertumbuhan. Pada usia 10-14 tahun, tinggi badannya hanya 150 cm, setelah menjalani terapi selama satu tahun, tinggi badannya menjadi 165 cm,” ungkap dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And.
Kapan Growth Hormone Therapy Sebaiknya Diberikan?
Terapi hormon pertumbuhan bisa diberikan pada usia berapa pun, bahkan termasuk sejak bayi. Namun, bagi anak yang mengalami masalah defisiensi hormon pertumbuhan, akan lebih baik jika kondisi ini dapat terdiagnosis sebelum anak masuk ke masa pubertas.
Sebab pada masa pubertas, anak akan mengalami growth spurt, yaitu kondisi ketika pertumbuhan anak terjadi sangat cepat.
Mendiagnosis defisiensi hormon pertumbuhan sebelum anak mencapai puber, dapat meningkatkan efektivitas pemberian terapi hormon. Dengan demikian, pertubuhan tulang dan otot akan optimal.
Kapan Growth Spurt Terjadi?
Umumnya, growth spurt terjadi ketika anak mengalami pubertas. Setelah melalui masa pubertas, umumnya pertumbuhan tulang akan berhenti sehingga pertambahan tinggi badan tidak lagi seefektif ketika anak ada dalam masa pubertas.
Anak perempuan dan laki-laki memiliki usia pubertas yang berbeda, yaitu:
- Perempuan: usia sekitar 9-13 tahun
- Laki-laki: usia sekitar 11-15 tahun
Masalah tinggi badan tidak melulu tanda anak kekurangan hormon pertumbuhan. Di sisi lain, kekurangan hormon pertumbuhan juga bisa jadi tanda adanya kondisi lain yang lebih serius.
Untuk itu, sebelum menentukan atau memutuskan untuk mendapatkan terapi hormon, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu, terutama dengan dokter spesialis anak Anda.
Jika masalah tinggi badan telah dikonfirmasi membutuhkan growth hormone therapy, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi mengenai jadwal pemberian ataupun mekanismenya.
Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Christian Christopher Sunnu, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Eka Hospital BSD dan PIK.
Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

