
Buried penis adalah kondisi ketika penis yang berukuran normal sesuai usia tampak pendek bahkan hilang sama sekali akibat tertutup oleh jaringan di sekitarnya.
Sirkumsisi atau sunat biasa tidak dapat mengatasi buried penis dengan efektif. Bahkan, ini justru dapat menyebabkan infeksi berulang. Lantas bagaimana cara mengatasi buried penis?
Simak penjelasan lengkap dari dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.UA (K), dokter spesialis bedah anak, konsultan urologi anak dari Eka Hospital Depok.
Apa yang dimaksud buried penis?
Buried penis adalah kondisi ketika ukuran penis yang normal sesuai usia justru tampak pendek atau bahkan hilang sama sekali. Biasanya, kondisi ini mulai terdeteksi sejak bayi dilahirkan atau muncul seiring anak bertambah besar.
Tertutupnya penis umumnya disebabkan oleh lipatan kulit atau jaringan tubuh lainnya di sekitar penis, seperti:
- Lemak perut
- Jaringan lemak di sekitar penis
- Jaringan lemak di area skrotum
Apakah buried penis berbahaya?
Anak dengan kondisi buried penis umumnya tidak dapat ditangani dengan prosedur sunat atau sirkumsisi biasa.
Menurut dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.UA (K), anak dengan buried penis umumnya juga memiliki fimosis patologis.
Fimosis patologis adalah kondisi ketika kulit atau kulup penis tidak bisa ditarik ke belakang akibat munculnya jaringan parut, peradangan, atau fibrosis.
Prosedur sirkumsisi biasa justru dapat menyebabkan anak dengan buried penis yang memiliki fimosis patologis berisiko mengalami infeksi berulang.
Bagaimana cara mengatasi fimosis patologis pada anak dengan buried penis?
Penanganan buried penis umumnya tergantung dari tingkat keparahannya. Dalam beberapa kasus, buried penis mungkin akan membaik dengan sendirinya seiring waktu.
Meski demikian, anak yang mengalami buried penis dengan fimosis patologis mungkin membutuhkan operasi khusus untuk mengembalikan bentuk dan ukuran penis sesuai proporsinya, sekaligus mencegah fimosis atau infeksi berulang.
Operasi yang dilakukan untuk mengatasi buried penis biasanya akan meliputi:
- Menghilangkan jaringan parut
- Menyingkap kulit atau jaringan yang menutupi penis
- Melepas ligamen yang membuat pangkal penis dan tulang kemaluan melekat
- Menjahit kulit penis bagian bawah ke pangkal penis
- Mengangkat atau menghilangkan jaringan lemak yang menutupi penis
Bahayakah jika buried penis tidak ditangani?
Penanganan buried penis umumnya melibatkan operasi untuk membuat penis lebih tampak. Operasi adalah jalan terbaik untuk mengatasinya.
Biasanya, dokter merekomendasikan prosedur dilakukan pada usia anak-anak untuk meminimalisir risiko komplikasi.
Tanpa penanganan yang tepat, anak berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi saluran kencing berulang, infeksi penis (balanitis), hingga iritasi kulit.
Pada saat usia remaja dan dewasa, risiko disfungsi seksual juga meningkat yang bisa berdampak pada kondisi psikologis.
Untuk itu, jika Anda merasa khawatir dengan bentuk atau ukuran penis anak, cobalah konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan sesuai penyebabnya.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis yang menangani anak Anda. Jika dokter anak merasa perlu merujuk ke bedah anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.UA (K), dokter spesialis bedah anak konsultan urologi anak di Eka Hospital Depok.
Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

