
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Globocan dan Kementerian Kesehatan RI, angka kejadian kanker terus meningkat. Dengan memahami jenis kanker yang paling umum, gejalanya, serta faktor risikonya dapat membantu kita melakukan tindakan pencegahan dan deteksi sedini mungkin.
Statistik kanker di Indonesia
Menurut data Globocan, terdapat lebih dari 390.000 kasus baru kanker di Indonesia setiap tahunnya. Kanker payudara menempati urutan pertama, disusul oleh kanker leher rahim (serviks) dan kanker paru-paru.
Mengenal 6 Kanker terbanyak dan faktor risikonya
1. Kanker payudara (kasus tertinggi pada wanita)
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia.
- Gejala awal: Benjolan yang tidak nyeri di payudara, perubahan bentuk atau ukuran payudara, serta keluarnya cairan dari puting secara tidak normal.
- Faktor risiko: Faktor genetik, obesitas, paparan radiasi, dan pengaruh hormon (seperti penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu atau menopause yang terlambat).
- Skrining: Sangat disarankan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) atau Mamografi secara rutin.
2. Kanker serviks (leher rahim)
Kanker ini hampir sepenuhnya disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).
- Pencegahan: Vaksinasi HPV sejak dini (mulai usia sekolah) adalah perlindungan utama.
- Skrining: Wanita yang sudah aktif secara seksual wajib melakukan Pap Smear atau IVA Test secara berkala untuk mendeteksi perubahan sel sebelum menjadi kanker.
3. Kanker paru-paru
Menempati urutan tertinggi untuk kasus kanker pada pria di Indonesia.
- Faktor risiko utama: Paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif) serta tingginya tingkat polusi udara di kota-kota besar.
- Gejala: Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh, batuk darah, dan sesak napas.
4. Kanker kolorektal (usus besar)
Kanker ini meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern.
- Faktor risiko: Pola makan tinggi daging merah, makanan olahan, serta kurangnya konsumsi serat.
- Gejala: Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit berkepanjangan) dan adanya darah pada tinja.
5. Kanker prostat
Jenis kanker yang sering menyerang pria Indonesia, terutama di atas usia 50 tahun.
- Deteksi: Sering kali tidak bergejala pada stadium awal, namun dapat dideteksi melalui tes darah PSA (Prostate-Specific Antigen).
6. Kanker hati
Kanker hati sering kali merupakan kelanjutan dari infeksi kronis.
- Penyebab: Sangat erat kaitannya dengan infeksi virus Hepatitis B dan C. Imunisasi Hepatitis dan gaya hidup sehat menjadi kunci pencegahan utama.
Perbedaan kanker pada pria vs wanita
Secara statistik, terdapat perbedaan signifikan dalam jenis kanker yang menyerang berdasarkan gender:
- Pria: Kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker prostat adalah yang paling dominan.
- Wanita: Kanker payudara dan kanker serviks menyumbang hampir separuh dari total kasus kanker pada wanita.
Mitos dan fakta seputar kanker
Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait kanker yang sering kali justru menghambat penanganan medis yang tepat.
Disebabkan oleh genetik
Salah satu mitos yang paling umum adalah anggapan bahwa kanker murni merupakan penyakit keturunan. Faktanya, hanya sekitar 5% hingga 10% kasus kanker yang benar-benar disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, sementara sebagian besar kasus dipicu oleh faktor gaya hidup dan lingkungan yang dapat dimodifikasi.
Mengonsumsi gula
Mitos lain yang sering dipercaya adalah bahwa mengonsumsi gula secara otomatis akan membuat kanker bertambah parah. Meskipun sel kanker memang mengonsumsi glukosa untuk tumbuh, berhenti mengonsumsi gula sepenuhnya tidak terbukti secara medis dapat menyembuhkan atau membunuh kanker.
ETWCC (Eka Tjipta Wijaya Cancer Center) Eka Hospital
Menghadapi kanker membutuhkan dukungan medis yang komprehensif dan teknologi yang mumpuni. Eka Tjipta Wijaya Cancer Center di Eka Hospital hadir sebagai pusat layanan kanker terpadu yang didedikasikan untuk deteksi dini hingga terapi lanjut yang inovatif.
Dengan dukungan tim dokter onkologi multidisiplin dan teknologi terkini, kami percaya bahwa diagnosis kanker bukanlah akhir dari segalanya. Deteksi dini secara rutin adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

