
Banyak orang khawatir ketika mereka mengalami nyeri dada, terlebih di sebelah kiri. Sebab, sering kali, nyeri dada dikaitkan dengan serangan jantung atau kondisi serius lainnya.
Namun, mengingat penyebab nyeri dada cukup banyak, dan ada pula yang ringan. Beberapa orang salah mengartikan nyeri dada serius sebagai nyeri dada yang ringan.
Tanda Nyeri Dada yang Berbahaya
Ada banyak penyebab nyeri dada, beberapa mungkin termasuk kondisi yang ringan, sedangkan beberapa lainnya disebabkan oleh kondisi serius, yang bahkan bisa menyebabkan kematian, seperti serangan jantung.
Supaya tidak keliru, berikut ini beberapa tanda nyeri dada yang berbahaya:
- Nyeri dada terjadi secara tiba-tiba
- Dada terasa berat seperti ditekan
- Nyeri tiba-tiba yang menjalar ke lengan, punggung, leher dan rahang atas kiri
- Durasi sakit lebih dari 20 menit
- Sesak napas
- Keringat dingin yang sampai membuat baju basah
- Tidak sadarkan diri
Beberapa gejala di atas kemungkinan adalah gejala serangan jantung koroner akut, terutama jika dirasakan di dada sebelah kiri. Bila mengalami gejala di atas, jangan tunda ke rumah sakit.
Ini adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Semakin cepat ditangani, semakin baik pula peluang kesembuhan dan prognosisnya.
Pertolongan Pertama Serangan Jantung
Saat mengalami serangan jantung, aliran darah menuju jantung berkurang, terhambat, atau tersumbat sama sekali. Tanpa aliran darah yang cukup, otot-otot jantung dapat mati.
Kecepatan adalah kunci utama dalam pertolongan pertama serangan jantung. Untuk itu, jika Anda curiga mengalami serangan jantung atau melihat orang mengalami serangan jantung, segera hubungi ambulans atau ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Selain itu, beberapa hal yang dapat Anda lakukan selagi menunggu pertolongan medis, yaitu:
- Bantu orang yang mengalami nyeri dada untuk duduk dan beristirahat
- Longgarkan baju yang digunakan
- Jika orang tersebut sadar dan mengonsumsi obat untuk nyeri dada, bantu dia meminum obat tersebut
- Jika orang yang mengalami serangan jantung tidak sadarkan diri, cobalah lakukan resusitasi jantung paru selama 1 menit tanpa henti
Untuk mengatasi serangan jantung koroner akut, sumbatan harus segera diatasi dalam 90 menit sejak ia tiba di rumah sakit. Biasanya, dokter akan melakukan prosedur kateterisasi jantung dan pemasangan ring untuk mengembalikan aliran darah menuju jantung jika memungkinkan.
Berbagai Penyebab Nyeri Dada
Serangan jantung bukan satu-satunya penyebab seseorang mengalami nyeri dada. Ada berbagai kondisi lain, baik yang berhubungan dengan jantung, ataupun dengan organ pencernaan dan paru-paru, yang dapat menyebabkan nyeri dada.
Beberapa penyebab nyeri dada yang juga perlu Anda waspadai, antara lain:
1. Diseksi aorta
Diseksi aorta adalah kondisi ketika lapisan dalam aorta terpisah. Akibatnya, aliran darah akan berusaha mengalir ke antara lapisan tersebut dan menyebabkan aorta pecah.
Ini adalah kondisi mengancam nyawa yang membutuhkan penanganan segera.
2. Perikarditis
Perikarditis adalah kondisi yang menyebabkan selaput pembungkus jantung mengalami peradangan. Biasanya, nyeri dada karena perikarditis akan bersifat tajam, terutama saat menarik napas atau berbaring.
3. Emboli Paru
Selain karena masalah jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh adanya masalah pada paru-paru, yaitu emboli paru. Emboli paru adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri menuju jantung tersumbat oleh gumpalan darah.
Gejalanya menyerupai serangan jantung.
4. Pneumotoraks
Kondisi ketika udara bocor ke rongga antara paru dan tulang rusuk. Nyeri dada yang dirasakan juga biasanya terjadi tiba-tiba dan berlangsung lama.
Pneumotoraks juga menyebabkan sesak napas.
5. Hipertensi Paru
Ini adalah kondisi tingginya tekanan darah pada pembuluh darah arteri yang ada di paru-paru. Tekanan yang tinggi ini kemudian menyebabkan rasa sakit di dada.
Selain beberapa penyebab di atas, beberapa nyeri dada juga bisa disebabkan oleh suatu kondisi yang lebih ringan, seperti GERD. Namun, pada beberapa orang, gejalanya juga dapat menyerupai serangan jantung.
Apabila Anda ragu mengenai gejala nyeri dada yang Anda rasakan berbahaya atau tidak, konsultasikan ke dokter. Ini lebih baik daripada Anda memutuskan menundanya. Sebab, Anda tidak benar-benar tahu penyebab nyeri dada tanpa melakukan pemeriksaan.
Jika nyeri dada yang Anda rasakan memang disebabkan oleh serangan jantung koroner akut, dokter biasanya akan melakukan tindakan untuk mengatasi sumbatan di pembuluh darah menuju jantung, mulai dari kateterisasi jantung atau pemasangan ring.
Nyeri dada berulang juga perlu Anda konsultasikan. Anda bisa mengunjungi Eka Hospital MT Haryono dan berkonsultasi dengan konsultan intervensi jantung, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC.
Anda juga menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu dengan dokter lain di cabang Eka Hospital terdekat.

