
Skoliosis adalah kelainan yang menyebabkan tulang belakang bengkok ke samping membentuk huruf S. Skoliosis tak selalu membutuhkan pengobatan tergantung derajat lengkungan yang terjadi. Terapi brace adalah salah satu pengobatan untuk skoliosis yang mungkin saja direkomendasikan dokter.
Terapi brace untuk skoliosis dilakukan dengan menggunakan korset di batang tubuh (torso) untuk mencegah lengkungan tulang belakang semakin memburuk. Ada berbagai jenis brace yang dapat digunakan tergantung kondisi Anda.
Jenis brace untuk skoliosis
Korset atau brace untuk skoliosis berbeda dengan korset biasa. Korset untuk skoliosis memiliki tulang penyangga yang dapat memberikan tekanan pada tulang punggung dan rusuk agar lengkungan skoliosis tidak bertambah buruk.
Jenis brace untuk skoliosis bisa dibedakan berdasarkan lamanya waktu pemakaian ataupun area tulang yang dilingkupi. Berdasarkan durasi pemakaian, korset skoliosis terbagi menjadi 2, yakni yang dipakai selama seharian (full-time braces) dan dipakai saat tidur (night-time)
Sementara, berdasarkan bentuk korset, ada braces yang melingkupi tulang punggung atas (thoracic) sampai ke tulang belakang bagian bawah, disebut dengan thoracic-lumbar-sacral orthosis (TLSO). Korset ini dipakai seperti kemben yang menutupi dada sejajar ketiak hingga pinggul.
Jenis kedua adalah brace yang dipakai dari tulang leher (cervical) hingga ke tulang punggung bawah (pinggul). Brace skoliosis ini disebut dengan cervical-thoracic-lumbar-sacral orthosis (CTLSO).
1. Full-time braces
Full-time braces adalah korset untuk terapi skoliosis yang digunakan selama seharian saat Anda beraktivitas. Anda perlu mengenakan korset ini selama 16-23 jam setiap harinya.
Terdapat beberapa jenis full-time braces skoliosis:
- Boston brace. Korset jenis TLSO yang digunakan seperti jaket dengan penutup di bagian belakang. Tidak terdapat struktur keras sehingga memakainya di bawah baju akan tersamarkan.
- Milwaukee brace. Korset skoliosis jenis CTLSO yang digunakan di luar pakaian dan memiliki struktur logam yang kuat untuk menyangga tulang.
- Wilmington brace. Serupa dengan Boston brace tapi memiliki bukaan di bagian depan.
2. Night-time braces
Sesuai namanya, night-time braces untuk terapi skoliosis digunakan saat tidur selama 8-10 jam. Beberapa jenisnya, yaitu:
- Charleston bending brace. Korset jenis TLSO yang memberikan tekanan pada tulang belakang dan melengkung di bagian tengah punggung sehingga membuat Anda lebih nyaman saat tidur.
- Providence brace. Sama-sama brace jenis TLSO untuk skoliosis. Akan tetapi, lengkungan ekstra bukan terdapat di bagian punggung, melainkan di bagian bahu.
Pemakaian brace skoliosis bisa memakan waktu 2 tahun atau lebih dengan pemantauan setiap 4-6 bulan, terutama ketika anak berada dalam masa pertumbuhan agar ukuran korset tetap sesuai.
Rata-rata, brace skoliosis dibuat menyesuaikan ukuran tubuh masing-masing pasien. Anda akan diukur terlebih dulu sebelum mendapatkan korsetnya.
Kapan harus menggunakan brace skoliosis?
Terapi brace skoliosis paling efektif jika diberikan selama periode pertumbuhan. Pada masa ini, pertumbuhan tulang masih dapat diintervensi dengan korset dan membantu mencegah derajat lengkungan skoliosis bertambah buruk.
Terapi menggunakan brace umumnya adalah langkah pertama pengobatan skoliosis idiopatik pada anak. Pemberian korset ini diharapkan mampu menghentikan derajat lengkungan. Penggunaan brace memiliki dampak yang lebih besar pada orang yang tulang belakangnya masih dapat tumbuh sehingga dokter lebih sering menyarankannya untuk anak-anak dan remaja daripada untuk orang dewasa.
Apakah terapi brace skoliosis bisa mengurangi derajat lengkungan?
Terapi brace akan lebih efektif dan optimal untuk skoliosis yang derajat lengkungnya berada antara 25°-40°. Penggunaan brace untuk skoliosis di atas 40° umumnya tidak begitu efektif dan operasi sering kali direkomendasikan.
Sayangnya, penggunaan brace tidak dapat mengurangi derajat lengkungan. Brace skoliosis hanya dapat mencegah derajat lengkungan skoliosis memburuk atau memperlambatnya.
Cara lain mengatasi skoliosis
Penggunaan braces dapat dikombinasikan dengan metode terapi lainnya untuk membantu meringankan gejala skoliosis, seperti fisioterapi.
Terapi Scrotch juga mungkin dilakukan. Ini adalah terapi berupa olahraga khusus skoliosis yang bertujuan untuk memperkuat sisi tubuh yang melemah karena lengkungan tulang belakang.
Dalam beberapa kasus, skoliosis ringan mungkin tidak membutuhkan pengobatan apa pun dan hanya pemantauan. Sementara, jika lengkungan terlalu berat, operasi untuk mengatasi skoliosis mungkin diperlukan.
Penggunaan brace untuk skoliosis tidak selalu menjadi pilihan. Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi mengenai pilihan pengobatan yang paling tepat.
Kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital untuk berkonsultasi tentang pengobatan skoliosis yang paling tepat untuk kondisi Anda. Anda dapat menghubungi 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

