Home>Better Health>Ortopedi>Waspada Skoliosis di Masa Growth Spurt, Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan

Better Health

Waspada Skoliosis di Masa Growth Spurt, Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan

skoliosis

Skoliosis adalah salah satu jenis kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang bengkok ke kanan atau kiri seperti huruf S. Masa growth spurt bisa jadi salah satu periode anak berisiko mengalami skoliosis, sehingga membutuhkan pengamatan ekstra.

Siapa Saja yang Dapat Mengalami Skoliosis?

Skoliosis umumnya dapat terjadi pada siapa saja, baik itu bayi baru lahir, remaja, hingga dewasa. Meski demikian, menurut Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K)Spine, remaja adalah kelompok usia yang paling rentan untuk mengalami skoliosis.

Skoliosis adalah kondisi yang menyebabkan tulang belakang berbentuk huruf S atau C. Tingkat keparahan skoliosis bisa bervariasi dari ringan hingga berat, yang dilihat dari derajat atau kelengkungan skoliosis.

Pada usia remaja, skoliosis lebih tinggi risikonya karena pada masa inilah terjadi growth spurt. Growth spurt adalah fase pertumbuhan, di mana pertumbuhan tulang menjadi sangat cepat, termasuk tulang punggung. Ini adalah fase yang umum terjadi.

Pada anak perempuan, fase growth spurt umumnya terjadi pada usia 10-13 tahun sedangkan pada anak laki-laki berada di antara usia 12-17 tahun.

Mengapa Skoliosis Rentan Terjadi di Masa Growth Spurt?

Growth spurt merupakan periode tulang bertumbuh dengan sangat cepat. Ini adalah fase pertumbuhan normal pada anak.

Adolescent Idiopathic Scoliosis, alias jenis skoliosis yang didiagnosis saat remaja, yang tidak diketahui penyebab utamanya adalah salah satu kondisi terjadi pada masa puncak pertumbuhan ini.

Saat puncak pertumbuhan, derajat skoliosis bisa bertambah dengan sangat cepat. Misalnya, dalam 6 bulan, dapat terjadi pertambahan lengkung skoliosis sebanyak 60 derajat. Ini tentu akan berpengaruh secara signifikan pada bentuk tulang belakang anak.

Sebaliknya, di luar masa growth spurt, lengkung skoliosis juga bisa muncul. Namun, umumnya pertambahan derajat skoliosis jadi lebih lambat di luar masa growth spurt.

Para ahli sendiri masih terus melakukan penelitian terkait penyebab growth spurt yang meningkatkan risiko skoliosis.

Apa yang Perlu Orang Tua Lakukan?

Dalam beberapa kasus, seperti adolescent idiopathic scoliosis, mungkin tidak bisa sepenuhnya dicegah. Maka dari itu, mewaspadai gejala skoliosis pada anak jadi salah satu kunci utama deteksi dini.

Mendeteksi dini skoliosis sedini mungkin, sebelum lengkungnya terlalu parah dapat membantu penanganan berjalan secara optimal, sehingga mungkin saja tindakan bedah tidak diperlukan.

Beberapa gejala skoliosis pada anak yang perlu orang tua waspadai, yaitu:

  • Bahu tinggi sebelah (tidak simetris)
  • Tulang panggul tinggi sebelah
  • Tulang belikat yang tampak lebih menonjol di salah satu sisi
  • Salah satu sisi tubuh lebih menonjol saat membungkuk

Skoliosis mungkin tidak selalu menunjukkan gejala yang signifikan sampai akhirnya derajat lengkungnya cukup besar.

Untuk itu, orang tua bisa membawa anak melakukan pemeriksaan rutin atau skrining skoliosis khususnya pada usia 10-18 tahun.

Umumnya anak perempuan dan laki-laki memiliki periode growth spurt yang berbeda. Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui seberapa besar risiko anak Anda mengalami skoliosis, sekaligus berdiskusi terkait seberapa sering Anda perlu mendaftarkan anak Anda untuk melakukan skrining skoliosis.

Untuk mencari tahu informasi selengkapnya, Anda bisa menyaksikan penjelasan dari dokter spesialis ortopedi kami, Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, melalui video berikut ini.

Lebih detail lagi, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, konsultan tulang belakang di Gatam Institute Eka Hospital BSD. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

 

Bagikan

  • Instagram Post Gatam Institute, https://www.instagram.com/p/DZmcxEQJQdg/

    Diakses pada 6 July 2026

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22070-growth-spurts

    Diakses pada 6 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved