
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit jantung yang terjadi karena arteri jantung mengalami penyempitan akibat plak. Akibatnya, pembuluh darah tidak dapat menyalurkan oksigen sesuai fungsinya.
Orang dengan penyakit jantung koroner berisiko tinggi mengalami serangan jantung. Meski demikian, memahami faktor risiko penyakit jantung koroner dapat membantu Anda mencegah kondisi ini.
Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner meningkatkan risiko Anda untuk mengalami serangan jantung. Kabar baiknya, penyakit jantung koroner seringkali dipicu oleh masalah gaya hidup tidak sehat yang sebenarnya bisa dihindari.
dr. Bayushi Eka Putra, Sp. JP (K) FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, konsultan Intervensi di Eka Hospital BSD menyebutkan, berdasarkan banyak penelitian, kebiasaan merokok masih menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner.
“Semua jenis rokok, termasuk rokok elektrik dan vape, itu semua termasuk salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner karena kandungan nikotin di dalamnya,” ujar dr. Bayu.
Nikotin memiliki sifat vasokonstriktor. Artinya, nikotin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Pembuluh darah yang menyempit ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi dan kerusakan pembuluh darah.
Hal tersebut juga meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah menuju jantung, yang pada akhirnya akan menghambat aliran darah menuju jantung.
Selain rokok, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, di antaranya:
- Hipertensi alias tekanan darah tinggi
- Kadar gula darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
Mengapa Ada Perokok yang Tetap Sehat?
Sekalipun rokok menjadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner, faktanya Anda dapat menjumpai orang yang mungkin termasuk perokok berat tapi hidupnya tetap tampak “sehat” tanpa penyakit apa pun sampai tua.
Inilah yang disebut dr. Bayu sebagai survivorship bias. “Beberapa orang mungkin saja punya genetik yang sifatnya superior, tapi seberapa banyak orang seperti ini? Bisa jadi, dari 100 orang hanya 5 yang superior,” terang dr. Bayu. “Faktanya, berdasarkan data, rokok masih jadi faktor risiko utama penyakit jantung koroner.”
Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner?
Kebanyakan faktor risiko penyakit jantung koroner disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, jarang berolahraga, hingga pola makan yang tidak sehat.
Dr. Bayu merekomendasikan, be mindful alias sadar sepenuhnya akan apa yang dikonsumsi dan dimasukkan ke dalam tubuh dapat bermanfaat dalam mencegah penyakit jantung koroner.
Dengan kata lain, menjaga pola hidup sehat dapat membantu meminimalisir risiko penyakit jantung koroner. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan di antaranya:
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner, yaitu:
- Berhenti merokok
- Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat
- Berolahraga rutin minimal 30 menit sehari
- Menjaga berat badan ideal
- Membatasi atau berhenti minum alkohol
- Cukup tidur
- Mengelola stres
Selain itu, pastikan Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk menemukan masalah kesehatan sedini mungkin. Semakin dini ditemukan, semakin tinggi pula peluang kesembuhannya, dan semakin ringan pengobatan yang perlu dilakukan.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terutama ketika Anda memiliki riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga maupun faktor risiko lainnya.
Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Bayushi Eka Putra, Sp. JP (K) FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, konsultan intervensi jantung di Eka Hospital BSD. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

