
Obesitas adalah kondisi ketika penumpukan lemak tubuh berlebih. Di Indonesia sendiri, tingkat obesitas semakin meningkat.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas penduduk usia di atas 18 tahun mencapai 23,4%.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Maka itu, penting bagi Anda untuk mengatur pola hidup dengan tepat. Ketahui apa saja dampaknya dan bagaimana cara mengatasi obesitas ala dr. Susanty Yuriani, Sp.GK, dari Eka Hospital PIK di artikel ini!
Mengapa obesitas perlu ditangani?
Obesitas bukan sekadar masalah berat badan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan memengaruhi kualitas hidup.
Mulai dari diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, masalah hati, gangguan tidur, hingga beberapa jenis kanker.
Kabar baiknya, penurunan berat badan sebesar 5–10% dari berat badan awal saja sudah terbukti dapat bantu mengurangi berbagai risiko penyakit tersebut.
Penurunan berat badan yang sehat bukan berasal dari diet ekstrem, melainkan dari perubahan gaya hidup yang dapat dijalani dalam jangka panjang.
Bagaimana cara mengatasi obesitas?
Menurut dr. Susanty Yuriani, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik Eka Hospital PIK, penanganan obesitas dimulai dari perubahan pola hidup yang menyeluruh.
Untuk lebih jelasnya, berikut langkah penanganan obesitas yang penting diketahui:
1. Atur pola makan sesuai kebutuhan tubuh
Dokter Susanty Yuriani menjelaskan bahwa salah satu cara mengatasi obesitas adalah dengan mengatur pola makan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Hal ini karena usia, kebutuhan energi, riwayat penyakit, usia, aktivitas fisik, hingga target penurunan berat badan setiap orang berbeda.
Alih-alih mengikuti diet yang belum tentu aman, pasien obesitas sebaiknya menjalani pola makan yang seimbang dan dirancang sesuai kebutuhannya.
2. Perhatikan jumlah makanan setiap kali makan
Mengontrol porsi makan menjadi langkah penting dalam menurunkan berat badan pasien obesitas. Porsi yang terlalu besar membuat asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh.
Sebaliknya, mengurangi porsi secara bertahap dan tetap memenuhi kebutuhan gizi dapat bantu menciptakan defisit kalori yang sehat tanpa membuat tubuh kekurangan nutrisi.
3. Pilih jenis dan komposisi makanan yang seimbang
“Pasien obesitas harus memperhatikan jenis dan komposisi apa saja yang dimakan,” ujar dr. Susanty Yuriani, Sp.GK.
Jadi idealnya, setiap kali Anda makan harus mengandung kombinasi sumber protein, sayur, buah, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat dalam proporsi yang sesuai.
Pola makan seimbang membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan sekaligus mengontrol rasa lapar.
4. Cukupi asupan protein
Cara mengatasi obesitas berikutnya adalah dengan memenuhi kebutuhan protein harian.
Protein bantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan berlebihan atau ngemil di antara waktu makan.
Selain itu, protein juga bantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan.
Contoh sumber protein yang baik antara lain ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, susu rendah lemak, dan kacang-kacangan.
5. Perbanyak makanan tinggi serat
Serat berperan penting dalam program penurunan berat badan para pasien obesitas.
"Konsumsi serat membantu meningkatkan rasa kenyang serta mengurangi penyerapan gula dan kolesterol di dalam tubuh” tambah Susanty Yuriani, Sp.GK.
Sayuran, buah utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh merupakan contoh sumber serat yang baik untuk dikonsumsi setiap hari.
6. Hindari makanan tinggi lemak tidak sehat, gula, dan garam
Saat menjalani pola hidup sehat, pasien obesitas dianjurkan menghindari makanan tinggi lemak tidak sehat, gula, dan garam guna menurunkan kelebihan berat badan.
Ini juga termasuk menghindari makanan cepat saji (junk food) serta minuman atau makanan ringan yang mengandung pemanis.
7. Pilih cara memasak yang lebih sehat
Cara mengolah makanan juga menentukan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.
Dokter Susanty menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Sebagai gantinya, pilih metode memasak seperti mengukus, merebus, memanggang, atau menggunakan sedikit minyak.
Perubahan sederhana ini dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh tanpa mengurangi nilai gizi makanan.
8. Tingkatkan Aktivitas Fisik
Pola makan yang sehat perlu diimbangi dengan aktivitas fisik secara rutin sebagai cara mengatasi obesitas.
Maka dari itu, salah satu poin pentingnya adalah meningkatkan aktivitas fisik, baik melalui olahraga maupun aktivitas sehari-hari.
Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti lebih banyak berjalan kaki, menggunakan tangga, atau bersepeda. Setelah tubuh mulai terbiasa, tambahkan olahraga secara rutin sesuai kemampuan.
American Heart Association merekomendasikan pasien obesitas untuk melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit setiap minggunya
Kapan harus konsultasi ke dokter?
Jadi, kapan pasien obesitas harus mulai mempertimbangkan konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik? Jawabannya, saat berat badan sulit turun meski sudah mengubah pola hidup, atau obesitas disertai penyakit metabolik atau gangguan kesehatan lainnya.
Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, menghitung kebutuhan kalori harian, menyusun pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan, serta membantu menentukan target penurunan berat badan yang realistis dan aman.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dr. Susanty Yuriani, Sp.GK, dari Eka Hospital PIK. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

