Home>Better Health>Anak>Anak Jadi Sakit Setelah Diberi Vaksin? Ini Penjelasan Medisnya

Better Health

Anak Jadi Sakit Setelah Diberi Vaksin? Ini Penjelasan Medisnya

anak vaksin

Melihat si kecil mengalami demam, rewel, atau kemerahan di area bekas suntikan setelah imunisasi seringkali membuat orang tua khawatir. Kondisi ini tak jarang memunculkan anggapan bahwa vaksin justru membuat anak menjadi sakit.

Namun, apakah anggapan tersebut benar secara medis? Mari kita simak penjelasan dari dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Depok.

Mitos: vaksin menyebabkan anak sakit

Menurut dr. Nadine Shakina Tabit, Anggapan bahwa vaksin membuat anak sakit adalah mitos.

Vaksin tidak menyebabkan penyakit pada anak. Sebaliknya, vaksin berisi kandungan kuman (virus atau bakteri) yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kandungan ini dirancang khusus agar tidak menimbulkan penyakit, melainkan mengenalkan "ancaman" tersebut kepada sistem kekebalan tubuh anak secara aman.

Demam ringan adalah reaksi imun tubuh yang wajar

Reaksi pascaimunisasi seperti demam ringan, sedikit rewel, atau bengkak pada area suntikan, merupakan hal yang sepenuhnya wajar dan umumnya mereda dalam waktu 1–3 hari.

Secara medis, timbulnya demam ringan ini justru merupakan pertanda baik bahwa sistem imun anak sedang bekerja aktif. Ketika vaksin masuk, tubuh meresponsnya dengan memproduksi antibodi sebagai benteng pertahanan. Proses pembentukan kekebalan inilah yang memicu peningkatan suhu tubuh sementara.

Manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan

Dibandingkan dengan demam ringan yang berlangsung sementara, manfaat vaksin jauh lebih besar bagi masa depan anak. Imunisasi memberikan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi berbahaya yang berisiko memicu komplikasi berat, kecacatan, hingga kematian, seperti campak, polio, difteri, dan pneumonia.

Langkah penanganan saat anak demam pascavaksin

Jika anak mengalami demam ringan setelah imunisasi, orang tua dapat melakukan langkah-langkah sederhana berikut:

  • Berikan cairan yang cukup: Tingkatkan asupan ASI, air putih, atau cairan sesuai usia anak untuk mencegah dehidrasi.
  • Kenakan pakaian nyaman: Gunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat.
  • Kompres hangat: Tempelkan kompres hangat pada dahi atau lipatan tubuh anak.
  • Berikan obat penurun panas sesuai anjuran: Gunakan obat parasetamol sesuai dosis yang direkomendasikan dokter.

Jika demam tinggi melampaui 39°C, tidak kunjung mereda setelah 3 hari, atau disertai kejang dan lemas berat, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Konsultasi Spesialis Anak di Eka Hospital Depok

Jangan ragu untuk melengkapi jadwal imunisasi rutin si kecil demi mengoptimalkan daya tahan tubuhnya dari ancaman penyakit infeksi. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait reaksi pascaimunisasi atau ingin berkonsultasi mengenai jadwal vaksinasi anak, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya yaitu, dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Depok

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

 

Bagikan

  • seattlechildrens.org, https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/immunization-reactions/

    Diakses pada 15 September 2026

  • cdc.gov, https://www.cdc.gov/vaccines-children/before-during-after-shots/when-your-child-is-sick.html

    Diakses pada 15 September 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved