
Miom termasuk salah satu kondisi yang cukup umum terjadi ketika berbicara soal kesehatan reproduksi wanita. Miom, atau disebut juga fibroid rahim, adalah jaringan abnormal yang bersifat jinak, yang tumbuh di dalam rahim atau di dinding rahim.
Berhubung tidak bersifat kanker, tidak semua miom perlu diangkat. Walau dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan. Jadi, kapan miom harus diangkat?
Bisakah Miom Sembuh Sendiri?
Pertumbuhan miom umumnya bersifat lambat dan dapat mengecil setelah mencapai usia menopause.
Namun, sekalipun tidak mengecil, miom atau fibroid rahim tidak selalu membutuhkan pembedahan. Terkadang, cara konservatif, seperti pemantauan berkala ataupun menjalani gaya hidup sehat kerap dipilih dokter.
Menurut dr. Lidomon, Sp.OG, FICS, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Eka Hospital Cilegon, ada beberapa faktor yang menentukan perlu tidaknya miom diangkat.
1. Lokasi
Untuk menentukan perlu tidaknya miom diangkat, dokter biasanya akan memperhatikan lokasi tumbuhnya miom. Miom dapat tumbuh jauh dari dinding rahim, dekat dengan rahim, atau bahkan malah di dalam rahim.
Jika lokasinya bisa memengaruhi rahim atau organ di sekitar rahim, pengangkatan miom mungkin diperlukan.
2. Ukuran
Ukuran juga jadi salah satu faktor yang menentukan apakah dokter akan mengangkat miom atau cukup melakukan pemantauan.
Miom yang berukuran besar dapat memengaruhi organ-organ di sekitar rahim atau bahkan mendesaknya.
3. Gejala yang muncul
Sering kali, miom tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Tanpa adanya gejala, dokter mungkin hanya akan merekomendasikan pemantauan berkala.
Ketika miom telah menimbulkan gejala, mulai dari nyeri menstruasi hingga gangguan buang air besar atau buang air kecil, ini adalah tanda ukuran miom sudah membesar dan mendesak organ di sekitarnya. Tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan dan meredakan gejalanya.
Kapan Miom Harus Diangkat?
Dr. Lidomon, Sp.OG, FICS menyebutkan, miom yang harus diangkat adalah miom yang mulai menimbulkan gejala.
“Pasien yang sulit BAB atau BAK, atau yang ginjalnya membesar karena ukuran miom yang membesar mendesak ginjal,” terang dr. Lidomon, Sp.OG.
Bukan cuma masalah sistemik, beberapa gejala miom yang harus Anda waspadai, di antaranya:
- Menstruasi yang sangat banyak dan sakit
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi
- Perasaan perut penuh di perut bagian bawah
- Sering buang air kecil (miom menekan saluran kencing)
- Nyeri saat berhubungan seks
- Nyeri punggung bawah
- Sembelit atau tekanan pada rektum
- Keputihan abnormal kronis
- Anyang-anyangan
Terkadang, pengangkatan miom dilakukan sebagai salah satu prosedur untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan. Namun, berhubung miom tetap dapat kembali tumbuh setelah diangkat, dokter akan segera merencanakan program kehamilan.
Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup sehat yang perlu dilakukan untuk mencegah miom tumbuh kembali.
Apabila Anda mengalami berbagai gejala di atas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Anda dapat mengunjungi Eka Hospital Cilegon dan berkonsultasi dengan dr. Lidomon Sp.OG, FICS.
Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500219 atau WhatsApp di nomor 08891500219 untuk membuat janji temu atau mencari jadwal dokter kebidanan dan kandungan lain dari Eka Hospital terdekat.

