
Nyeri pinggang termasuk keluhan yang berhubungan dengan tulang belakang yang cukup umum terjadi. Walau tidak selalu, masalah bantalan tulang belakang bisa jadi salah satu penyebabnya.
Kerusakan bantalan tulang belakang bisa menyebabkan nyeri punggung bawah. LDR bisa jadi salah satu prosedur untuk mengatasi kondisi ini. Kapan prosedur ini perlu dilakukan? Simak ulasan lengkap Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine, dokter konsultan ortopedi tulang belakang Eka Hospital BSD dan MT Haryono sekaligus Chairman Gatam Institute.
Apa Itu Prosedur LDR?
Prosedur LDR, alias lumbar disk replacement, sesuai namanya adalah prosedur penggantian bantalan tulang belakang.
Prosedur ini diperlukan jika pasien telah mengalami kerusakan bantalan tulang belakang yang sudah tidak dapat ditangani dengan metode konvensional dan terus menimbulkan rasa nyeri.
Tulang belakang terdiri dari banyak ruas. Di setiap ruasnya terdapat bantalan, yang disebut dengan diskus, yang berfungsi menahan beban di tulang belakang. “Bantalan tulang belakang ini fungsinya seperti shockbreaker, sekaligus juga sebagai persendian,” ujar Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine.
Lama-kelamaan atau seiring usia, bantalan sendi ini juga bisa mengalami kerusakan. Semakin berat kerusakannya, Anda mungkin akan merasakan sakit yang lebih hebat?
Seberapa Efektif Prosedur LDR?
Menurut dr. Luthfi Gatam, sekalipun sudah ada prosedur stem cell yang dikembangkan untuk prosedur perbaikan bantalan tulang belakang, nyatanya tetap tidak dapat membuat bantalan kembali pulih sempurna seperti sedia kala.
“Meski demikian, ada prosedur LDR ini. Jadi, bantalan yang rusak akan diganti dengan bantalan tulang belakang artifisial. Meski tidak sempurna, tapi mendekati sekitar 90%,” jelas dr. Luthfi.
Siapa Saja yang Membutuhkan Prosedur LDR?
Umumnya, Anda akan direkomendasikan untuk menjalani prosedur LDR bila berbagai terapi konservatif tidak lagi dapat meredakan rasa sakit yang muncul.
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin membuat Anda membutuhkan prosedur LDR:
- Nyeri punggung bawah yang dirasakan berasal dari 1-2 ruas atau bantalan tulang belakang bagian bawah
- Nyeri muncul walau berat badan tidak terlalu berlebih
- Nyeri muncul walaupun tidak memiliki masalah sendi atau jepitan pada saraf
Selain itu, Anda bisa menjalani prosedur ini jika belum pernah menjalani operasi tulang belakang dan tidak memiliki skoliosis atau kelainan tulang belakang.
Jika Anda memiliki kondisi tersebut, ada kemungkinan dokter tidak menganjurkan penggantian tulang belakang. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahuinya.
Adakah Pantangan Setelah Menjalani Prosedur LDR?
Walaupun efektivitas dari penggantian bantalan sendi dapat mencapai 90%, hal ini bukan berarti Anda dapat beraktivitas tanpa batasan.
Menurut dr. Luthfi, setelah menjalani prosedur LDR, Anda perlu menghindari berbagai gerakan ekstrem. Salah satu yang perlu dihindari adalah twisting atau memutar badan secara maksimal.
Selain itu beberapa hal yang perlu dihindari setelah menjalani prosedur LDR, antara lain:
- Angkat berat
- Aktivitas high impact
- Gerakan memutar atau menekuk badan secara ekstrem
- Aktivitas yang memerlukan Anda perubahan gerakan secara mendadak dan cepat (pivot)
Anda juga sebaiknya menghindari duduk terlalu lama untuk menghindari tekanan berlebih pada bantalan tulang belakang yang baru diganti.
Ada banyak penyebab nyeri pinggang, dan tidak selalu disebabkan oleh masalah bantalan tulang sendi yang rusak. Maka itu, untuk memastikannya Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.
Dari sana, dokter dapat mendiagnosis serta menyarankan tindakan yang paling tepat dengan kondisi Anda.
Apabila Anda memiliki keluhan yang berhubungan dengan tulang belakang, Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, khususnya konsultan tulang belakang yang dimiliki oleh Eka Hospital.
Salah satu yang direkomendasikan adalah Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT (K) Spine yang berpraktik di Gatam Institute, pusat unggulan ortopedi Eka Hospital BSD dan MT Haryono.
Hubungi Call Center kami di 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu dan mengetahui jadwal dokter lainnya.

