
Anak sering bersin saat bangun tidur, hidung tersumbat, atau pilek yang tak kunjung sembuh? Bisa jadi itu bukan sekadar flu biasa, tetapi gejala rhinitis alergi pada anak.
Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, rhinitis alergi dapat terus berlangsung sampai anak dewasa. Penting bagi orang tua mengenali gejala dan penanganan yang tepat untuk mencegah gangguan yang lebih serius.
Apa itu rhinitis pada anak?
Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan dalam hidung yang disebabkan oleh adanya respon berlebihan sistem imun terhadap paparan alergen yang terhirup. Misalnya debu, bulu hewan, tungau, kecoa, serbuk sari, hingga asap atau polusi.
Ketika paparan alergen terhirup, tubuh si Kecil akan mengenalinya sebagai pemicu peradangan pada hidung.
Kondisi ini sering dianggap sebagai pilek biasa, padahal penyebabnya berbeda, mulai dari infeksi virus hingga alergi.
Tanda dan gejala rhinitis alergi pada anak
Menurut dr. Revina Tranggana, Sp.A, dokter spesialis anak Eka Hospital Pluit, gejala rhinitis pada anak sangat khas.
Berbeda dengan batuk pilek, gejala rhinitis alergi dapat muncul saat anak terpapar dengan pencetusnya seperti debu, tungau, bulu hewan, kecoa, serbuk sari, udara dingin, asap, atau polusi.
Beberapa gejala rhinitis alergi pada anak yang umum muncul antara lain:
- Hidung tersumbat.
- Hidung berair atau pilek.
- Sering bersin, terutama pada pagi atau malam hari.
- Hidung, mata, atau tenggorokan terasa gatal.
- Mata berair atau kemerahan.
Selain gejala umum di atas, anak juga bisa mengalami tanda lainnya apabila rhinitis alergi sudah berlangsung lama. Tanda lain yang dapat menyertai di antaranya:
- Mimisan
- Bernapas melalui mulut
- Gangguan tidur, seperti mengorok
- Gangguan pada telinga
- Sakit kepala, bila terjadi komplikasi sinusitis.
- Prestasi belajar menurun
- Muncul gejala alergi
- Asma kambuh yang sulit dikontrol, bila anak merupakan penderita asma.
Bahayakah rhinitis alergi pada anak?
dr. Revina Tranggana, Sp.A mengungkapkan kebanyakan kasus rhinitis alergi pada anak tidak berbahaya.
Akan tetapi, gejala rhinitis alergi yang berulang dan tidak terkontrol dapat memengaruhi kehidupan anak sehari-hari, termasuk prestasi akademiknya di sekolah.
“Rhinitis sebetulnya tidak berbahaya atau sampai mengancam nyawa. Tapi, kondisi ini dapat dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari. Misalnya tidur anak tidak nyenyak, sulit konsentrasi dan fokus, sehingga prestasi akademiknya di sekolah bisa terganggu,” ujar dr. Revina Tranggana, Sp.A.
Pada beberapa anak, peradangan yang berlangsung lama juga meningkatkan risiko sinusitis, infeksi telinga tengah, hingga memperburuk gejala asma.
Penanganan rhinitis alergi pada anak
Penanganan rhinitis alergi pada anak umumnya dilakukan dengan menghindari paparan pencetusnya, menjaga kebersihan rumah, serta pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter untuk mengurangi gejala dan kekambuhan.
Untuk lebih jelasnya, berikut langkah penanganan rhinitis alergi pada anak:
1. Hindari paparan alergen di rumah
Salah satu penanganan anak yang rhinitis adalah dengan menghindari paparan alergen.
Usahakan mengurangi paparan alergen seperti debu rumah, tungau, bulu hewan, asap rokok, atau parfum yang menyengat.
2. Jaga kebersihan di dalam rumah
Orang tua bisa bantu jaga kebersihan di dalam rumah sebagai penanganan rhinitis alergi pada anak dengan melakukan hal-hal berikut:
- Jaga kelembapan udara di dalam rumah
- Jemur atau vacuum tempat tidur seminggu sekali
- Rutin mengganti sprei, sarung bantal dan guling, kelambu, dan gorden
- Hindari menumpuk barang
- Hindari penggunaan karpet dan boneka berbulu.
- Bersihkan AC dan kipas angin setiap minimal 2-3 bulan sekali.
3. Gunakan obat sesuai anjuran dokter
Pada rhinitis alergi ringan, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin guna meredakan gejala alergi.
Pada rhinitis alergi berat atau yang gejala kambuhnya sering, dokter mungkin akan memberikan obat semprot hidung steroid untuk mengurangi peradangan.
4. Pemberian imunoterapi
Pada gejala rhinitis yang berat dan tidak bisa ditangani dengan antihistamin dan obat semprot hidung steroid, dokter mungkin akan mempertimbangkan pemberian imunoterapi.
Imunoterapi bertujuan agar tubuh anak dapat beradaptasi dengan alergen penyebab alergi.
Langkah ini mampu mencegah risiko komplikasi, mencegah rhinitis berlanjut sampai dewasa, serta menjaga agar aktivitas anak sehari-hari tetap nyaman.
Kapan kondisi ini perlu diwaspadai?
Rhinitis alergi pada anak dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari bila menjauhi paparan alergen.
Orang tua perlu waspada apabila gejala rhinitis terus berulang, berlangsung lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga penanganan di rumah tidak membantu. Segera konsultasikan anak ke dokter.
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab rhinitis dan memberikan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, keluhan anak dapat teratasi dengan optimal.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dr. Revina Tranggana, Sp.A dari Eka Hospital Pluit. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

