Home>Better Health>Jantung>Sesering Apa Kontrol Saat Menggunakan ICD untuk Aritmia dan Berapa Lama Baterainya Bertahan?

Better Health

Sesering Apa Kontrol Saat Menggunakan ICD untuk Aritmia dan Berapa Lama Baterainya Bertahan?

icd

ICD, atau implantable cardioverter-defibrillator, adalah sebuah alat dengan tenaga baterai yang ditanam dekat jantung untuk membantu mengirimkan sinyal atau kejut listrik saat seseorang mengalami gangguan irama jantung (aritmia).

Berhubung alat ini menggunakan baterai, tentu ada masa pakai yang harus diperhatikan. Simak penjelasan lengkap terkait berapa lama baterai ICD dapat bertahan dari dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, dokter konsultan aritmia jantung di Eka Hospital BSD.

Seberapa Sering Pasien yang Menggunakan ICD Perlu Memeriksakan Diri?

Pasien yang menggunakan ICD untuk menstabilkan irama jantung perlu memperhatikan alat yang dipakainya. Pasalnya, alat ini adalah alat yang membutuhkan perawatan dan perlu di-reprogram secara berkala agar dapat berfungsi dengan baik.

Menurut dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, konsultan aritmia jantung di Eka Hospital BSD, setidaknya orang yang menjalani pemasangan ICD perlu melakukan maintenance setidaknya dua kali dalam setahun.

“Meski demikian, pasien harus segera ke rumah sakit dan memeriksakan diri jika merasakan shock dari ICD. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui apakah shock yang dikirimkan oleh alat appropriate atau tidak,” jelas dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC.

Berapa Lama Baterai ICD Dapat Bertahan?

ICD adalah alat yang menggunakan baterai untuk dapat bekerja. Artinya, baterai ini lama-kelamaan juga dapat habis.

Cepat atau lambat habisnya baterai ICD sangat tergantung dari seberapa sering alat ini bekerja. Alat ini bekerja dengan cara mengirimkan kejut listrik ke jantung untuk menormalkan kembali iramanya.

Semakin sering shock dikirimkan, semakin sering pula alat ini bekerja. Artinya, semakin cepat juga baterainya akan habis.

Baterai ICD yang terlalu sering dipakai mungkin saja dapat habis dalam kurun waktu satu bulan. Sementara jika jarang dipakai (jarang mengirimkan kejut listrik), baterai ICD dapat bertahan sekitar 5-10 tahun.

Apa Artinya Jika Baterai ICD Cepat Habis?

Semakin sering bekerja, semakin cepat pula baterai ICD habis. ICD bekerja dengan cara mengirimkan sinyal listrik ke jantung saat detak jantung tidak teratur, dalam hal ini terlalu cepat.

Kejut listrik ini dikirimkan untuk “mereset” kembali jantung agar iramanya kembali normal.

Saat baterai cepat habis, hal ini berarti ICD sering mendeteksi irama jantung tidak normal dan mengirimkan kejut listrik.

Dokter Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC., menyebut ketika ICD terlalu sering mengirimkan shock, dokter perlu memeriksa apakah shock yang dikirimkan tepat atau tidak.

Jika tepat, ini berarti aritmia sering terjadi dan membuat pasien berisiko lebih tinggi mengalami henti jantung akibat detak jantung yang tidak teratur.

Sebab, ICD bukanlah alat untuk menyembuhkan irama jantung, melainkan hanya untuk mencegah pasien mengalami henti jantung yang menyebabkan kematian, akibat gangguan irama jantung.

Dalam kasus ini, tindak lanjut mungkin diperlukan, seperti melakukan ablasi jantung untuk menyembuhkan aritmia yang dialami.

Apa Bedanya ICD dan Alat Pacu Jantung?

Beberapa orang mungkin menjadi bingung apakah ICD sama dengan alat pacu jantung. Keduanya merupakan alat yang berbeda.

ICD umumnya digunakan untuk mendeteksi gangguan irama jantung terlalu cepat (takikardia) dan berfungsi untuk mencegah henti jantung karena aritmia.

Sementara, alat pacu jantung berfungsi untuk orang yang mengalami gangguan irama jantung terlalu lambat (bradikardia). Beda alat, beda pula perawatan yang dibutuhkan.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter agar memahami dengan benar bagaimana cara yang tepat dalam merawat alat yang ditanam di dalam tubuh Anda untuk menjaga detak jantung tetap normal.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung yang merawat Anda atau dengan dokter spesialis jantung yang memiliki keahlian di bidang aritmia. Salah satu yang bisa Anda temui adalah dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, FAPSC, di Eka Hospital BSD.

Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

 

Bagikan

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668

    Diakses pada 20 September 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/implantable-cardioverter-defibrillators/about/pac-20384692

    Diakses pada 20 September 2026

  • carringtoncardio.com.sg, https://carringtoncardio.com.sg/icd-implant-vs-pacemaker-whats-the-difference/

    Diakses pada 20 September 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved