Home>Better Health>Anak>Kapan Usia Terbaik untuk Anak Laki-Laki Sunat?

Better Health

Kapan Usia Terbaik untuk Anak Laki-Laki Sunat?

anak sunat

Sunat adalah tindakan membuang kulup atau kulit yang menutupi bagian ujung atau kepala penis. Sebagian orang tua percaya anak laki-laki sunat sebaiknya dilakukan saat bayi baru lahir, sementara lainnya memilih menunggu usia anak lebih besar.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk anak sunat?

Sunat paling baik usia berapa?

Faktanya, tidak ada usia yang dianggap paling tepat untuk sunat. Waktu sunat bergantung pada kondisi kesehatan anak, adanya indikasi medis, serta kesiapan keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Stephanie Wijaya, Sp.A, M.Res, Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Pluit. Menurutnya, dari sisi medis sebenarnya tidak ada patokan mengenai usia terbaik untuk anak laki-laki sunat.

“Kalau dari indikasi medis, sebenarnya bukan baiknya kapan, tetapi boleh atau tidak dilakukan." ujar dr. Stephanie.

Artinya, selama kondisi anak memungkinkan dan tidak ada indikasi medis tertentu, sunat dapat dilakukan pada berbagai rentang usia.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam dunia bedah anak terdapat prinsip yang dikenal sebagai "Rule of 10", yaitu pedoman yang sering digunakan untuk menentukan kesiapan anak menjalani beberapa jenis operasi yang lebih besar, misalnya ketika berat badan atau usia si Kecil sudah mencapai batas tertentu.

Namun, prinsip tersebut bukan merupakan aturan khusus untuk sunat. Karena itu, keputusan menyunatkan anak sebaiknya melibatkan orang tua, dokter spesialis anak, serta dokter bedah atau dokter yang akan melakukan tindakan sunat.

Bolehkah bayi baru lahir disunat?

Dokter Stephanie menjelaskan bahwa sunat boleh dilakukan sejak bayi baru lahir apabila kondisinya sehat dan memenuhi syarat medis.

Pada usia tersebut, bayi juga dinilai belum merasakan nyeri seperti anak yang lebih besar sehingga proses pemulihan umumnya berlangsung cukup baik.

Namun, bukan berarti semua bayi baru lahir harus langsung disunat. Apabila tidak terdapat indikasi medis, orang tua juga boleh menunda tindakan sunat hingga anak lebih besar.

“Bayi baru lahir boleh disunat. Namun, boleh saja apabila ingin ditunda sampai usia anak lebih besar selama tidak ada indikasi medis seperti adanya kelainan tertentu yang mungkin perlu diatasi sekalian dengan sunat,” terang dr. Stephanie.

Kapan sunat perlu segera dilakukan?

Meski sebagian besar sunat dilakukan karena alasan agama, budaya, atau pilihan keluarga, ada beberapa kondisi medis yang membuat dokter dapat menyarankan sunat lebih dini, seperti:

  • Kelainan bawaan pada kulup yang memerlukan tindakan operasi.
  • Infeksi kulup atau kepala penis yang berulang.
  • Fimosis patologis, yaitu kulup tidak dapat ditarik karena jaringan parut.
  • Parafimosis, yaitu kulup tersangkut di belakang kepala penis sehingga menjadi keadaan darurat.

Dalam kondisi tersebut, dokter mungkin akan mempertimbangkan apakah sunat perlu segera dilakukan atau tidak.

Apa manfaat sunat bagi kesehatan?

Selain alasan agama dan budaya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat memberikan manfaat kesehatan, di antaranya:

  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada tahun pertama kehidupan.
  • Mengurangi risiko infeksi pada kulup dan kepala penis.
  • Menurunkan risiko beberapa infeksi menular seksual saat dewasa.
  • Mempermudah menjaga kebersihan penis.

Kapan orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter?

Sebelum menentukan jadwal sunat, tak ada salahnya orang tua berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, terutama bila anak memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Anak lahir prematur atau memiliki penyakit bawaan.
  • Terdapat kelainan bentuk penis.
  • Anak mengalami infeksi atau keluhan pada area kelamin.
  • Orang tua masih ragu mengenai waktu yang tepat untuk sunat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah anak sudah siap menjalani prosedur serta menentukan waktu yang paling sesuai.

Jika masih punya pertanyaan seputar kapan waktu terbaik anak laki-laki sunat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, dr. Stephanie Wijaya, Sp.A, M.Res, di Eka Hospital Pluit. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

 

Bagikan

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550

    Diakses pada 10 September 2026

  • nhs.uk, https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/circumcision/

    Diakses pada 10 September 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved