Home>Better Health>Anak>Penyebab Pubertas Dini pada Anak dan Tanda yang Harus Ortu Waspadai

Better Health

Penyebab Pubertas Dini pada Anak dan Tanda yang Harus Ortu Waspadai

pubertas dini

Pubertas adalah salah satu tanda anak mulai memasuki fase tumbuh kembang selanjutnya, yakni remaja. Meski demikian, pubertas dini pada anak justru harus diwaspadai.

Pubertas yang terjadi terlalu awal justru dapat menyebabkan masalah kesehatan, gangguan pertumbuhan fisik, hingga memengaruhi kepercayaan diri anak. Apa saja tanda pubertas dini?

Kapan anak dikatakan pubertas dini?

Anak perempuan dan laki-laki memiliki usia pubertas yang berbeda. Anak perempuan secara umum akan masuk masa pubertas pada usia 8 tahun, sedangkan anak laki-laki pada usia 9 tahun.

Tanda-tanda pubertas yang muncul sebelum anak berusia 8 tahun atau 9 tahun bisa jadi tanda anak Anda mengalami pubertas dini.

Tanda pubertas dini pada anak

Tanda anak mengalami pubertas dini bisa dilihat dari kemunculan tanda-tanda pubertas yang terlalu awal, sebelum usia yang seharusnya.

Beberapa tanda anak Anda mungkin mengalami pubertas dini, di antaranya:

  • Payudara mulai berkembang terlalu awal
  • Testis atau penis yang membesar lebih cepat dibandingkan anak seusianya
  • Pertumbuhan rambut di area kelamin dan ketiak yang lebih cepat
  • Pertumbuhan tinggi badan yang sangat cepat
  • Bau badan muncul lebih dini

Apa penyebab anak pubertas dini?

Menurut dr. Revina Tranggana, Sp.A, dokter spesialis anak di Eka Hospital Pluit, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami pubertas dini.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pubertas dini pada anak, yaitu:

1. Faktor genetik

Faktor genetik dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami pubertas dini. Artinya, jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat pubertas dini, risiko anak akan mengalami pubertas dini juga akan lebih tinggi.

2. Pengaruh hormonal

Adanya masalah kesehatan tertentu yang memengaruhi sistem hormonal anak juga bisa jadi salah satu penyebab anak mengalami pubertas dini.

Misalnya, adanya kelainan kelenjar tiroid atau adanya pertumbuhan tumor di bagian otak yang berperan dalam pengaturan hormon dapat menyebabkan seorang anak mengalami pubertas dini.

3. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat yang dijalani semasa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko pubertas dini pada anak. Terlebih jika gaya hidup ini sampai menimbulkan masalah kesehatan.

Gaya hidup anak yang kurang aktif atau terbiasa makan makanan tidak sehat, seperti tinggi gula atau lemak, dapat menyebabkan obesitas yang meningkatkan risiko pubertas pada anak.

Apa efek pubertas dini pada anak?

Anak yang mengalami pubertas dini dapat mengalami masalah kesehatan hingga masalah psikologi.

Bertubuh pendek

Salah satu efek pubertas dini pada anak adalah tinggi badan yang lebih pendek ketika ia mencapai usia dewasa.

Anak yang mengalami pubertas dini mungkin akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang pesat di awal sehingga ia lebih tinggi dari anak seusianya.

Akan tetapi, batas pertumbuhan tulang juga terjadi lebih cepat dibanding anak seusianya. Artinya, tulang anak akan matang lebih cepat sehingga tidak bertumbuh lagi. Hal ini yang menyebabkan mereka memiliki tubuh lebih pendek saat dewasa dibandingkan orang lain seusianya.

Masalah sosial dan emosional

Perubahan bentuk tubuh di usia yang lebih awal dapat menimbulkan kebingungan pada anak. Terlebih, pubertas dini akan membuat anak mengalami perubahan lebih dulu dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Belum lagi perubahan ini juga akan membuat anak merasa lebih stres, misalnya harus menghadapi menstruasi pertama.

Bisakah pubertas dini dicegah?

Beberapa faktor penyebab pubertas dini mungkin tidak dapat dihindari. Meski demikian, menjalani gaya hidup sehat dapat membantu meminimalisir risikonya.

Upayakan anak untuk menjalani gaya hidup sehat dan tetap aktif bergerak. Jaga agar berat badannya tetap ideal.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui tanda-tanda pubertas dini sebelum terlambat ataupun untuk mengetahui cara terbaik meminimalisir risikonya.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, dr. Revina Tranggana, Sp.A, di Eka Hospital Pluit. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

 

Bagikan

  • instagram.com, https://www.instagram.com/p/Da4ndMKPhyt/

    Diakses pada 4 August 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811

    Diakses pada 4 August 2026

  • apa.org, https://www.apa.org/monitor/2016/03/puberty

    Diakses pada 4 August 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved