
Benjolan di leher seringkali membuat cemas penderitanya, apalagi jika dokter menyarankan tindakan medis untuk mengatasinya. Banyak orang membayangkan prosedur di area leher akan sakit, menimbulkan bekas luka, hingga risiko kehilangan suara.
Namun, perkembangan teknologi medis kini ada solusi modern tanpa operasi terbuka, yaitu Radiofrequency Ablation (RFA). RFA merupakan prosedur minimal invasif yang terbukti efektif mengecilkan hingga menghancurkan benjolan tiroid jinak, tanpa perlu mengorbankan fungsi kelenjar tiroid Anda. Simak penjelasan dari dr. Farid Kurniawan, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Diabetes Connection Center (DCC) di Eka Hospital Cibubur.
Apa itu prosedur RFA tiroid?
Menurut dr. Farid Kurniawan RFA tiroid adalah teknik pengobatan medis yang memanfaatkan gelombang radiofrekuensi untuk menghasilkan energi panas. Energi panas ini disalurkan secara presisi ke dalam jaringan benjolan tiroid melalui jarum khusus berukuran sangat kecil.
Panas yang dihasilkan akan menghancurkan sel-sel benjolan. Seiring waktu, jaringan benjolan yang mati tersebut akan diserap secara alami oleh tubuh, sehingga ukuran benjolan mengecil secara signifikan.
Bagaimana prosedur RFA dilakukan?
Salah satu keunggulan utama RFA adalah jalannya prosedur yang tergolong singkat dan nyaman bagi pasien. Tindakan ini umumnya hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam.
Berikut adalah tahapan prosedur RFA tiroid menurut dr. Farid Kurniawan:
- Pembiusan lokal: Pasien tidak perlu menjalani pembiusan total. Dokter cukup memberikan pembiusan lokal di area leher agar pasien tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung.
- Panduan USG secara real-time: Dengan bantuan pencitraan USG beresolusi tinggi, dokter memandu arah jarum elektroda presisi tinggi langsung ke pusat benjolan tiroid tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
- Pengaliran energi panas: Setelah posisi jarum tepat, energi radiofrekuensi dipancarkan untuk menghancurkan jaringan benjolan titik demi titik.
- Selesai tanpa jahitan: Karena hanya menggunakan tusukan jarum halus, area leher tidak memerlukan jahitan dan tidak meninggalkan bekas luka operasi yang mencolok.
Keunggulan dan masa pemulihan
Menurut dr. Farid Kurniawan, dibandingkan dengan operasi pembedahan konvensional, RFA tiroid memiliki berbagai kelebihan:
- Tanpa rawat inap panjang: Pasien umumnya dapat pulang pada hari yang sama setelah masa observasi singkat.
- Pemulihan sangat cepat: Aktivitas ringan harian dapat kembali dilakukan dalam 1–2 hari pascatindakan.
- Menjaga fungsi tiroid: Karena hanya menghancurkan benjolan dan mempertahankan jaringan tiroid yang sehat, pasien umumnya tidak perlu mengonsumsi obat hormon tiroid seumur hidup.
- Risiko komplikasi minim: Meminimalkan risiko kerusakan pita suara serta jaringan pembuluh darah di sekitar leher.
Konsultasi spesialis endokrinologi dan metabolik
Jika Anda memiliki benjolan pada leher, merasa terganggu saat menelan, atau ingin mencari alternatif penanganan benjolan tiroid tanpa operasi terbuka, diganosis medis yang tepat sangat diperlukan.
Untuk konsultasi dan penanganan gangguan tiroid dengan teknologi terkini, Anda dapat menemui ahlinya dr. Farid Kurniawan, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes di Diabetes Connection Center – Eka Hospital Cibubur. Cek juga video informasinya di sini.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

