
Pada masa anak-anak, sering kali anak yang gemuk dianggap sebagai anak yang lebih gemas dan sehat. Walau menggemaskan, kenyataannya tidak semua anak yang gemuk itu sehat.
Faktanya, terlalu gemuk bahkan obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit kronis pada anak ketika ia mencapai usia dewasa. Mengenali tanda-tanda anak kelebihan berat badan sedini mungkin dapat membantu orang tua mencegahnya menjadi obesitas dan menjaga kesehatan anak.
Tanda Obesitas pada Anak
Anak yang mengalami obesitas umumnya tampak lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Alhasil, beberapa orang tua mungkin menganggapnya sebagai pertumbuhan yang cepat.
Namun demikian, dr. Nirmalia Husin, M.Ked (Ped) Sp.A, dokter spesialis anak di Eka Hospital Permata Hijau mengatakan, pertambahan berat badan yang tidak sesuai dengan tinggi badan dan usia anak mungkin saja mengindikasikan anak mengalami obesitas, bukan pertambahan berat badan yang sehat.
Berikut ini adalah beberapa tanda anak mungkin mengalami obesitas:
1. Berat badan berlebih
Pada masa anak-anak, biasanya dokter dan orang tua akan mengacu ke grafik pertumbuhan anak untuk memantau apakah tumbuh kembangnya sesuai usia atau tidak.
Beda usia dan jenis kelamin, beda pula berat badan ideal yang perlu dicapai dan dipertahankan.
Misalnya saja, anak laki-laki usia 2 tahun memiliki berat badan ideal di rentang 9,7-13,6 kg, sedangkan anak perempuan sekitar 9-13 kg.
Jika berat badan anak melebihi grafik atau kurva pertumbuhan yang direkomendasikan WHO dan IDAI, anak mungkin mengalami obesitas.
2. Perut membesar
Salah satu ciri lain obesitas pada anak adalah perut anak yang tampak membesar. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan lemak di area perut.
Mengukur lingkar perut bisa jadi salah satu cara untuk mengetahui seberapa cepat dan besar pertambahan ukuran perut anak.
3. Mudah lelah saat beraktivitas
Anak yang mengalami obesitas juga cenderung lebih mudah lelah saat beraktivitas, bahkan terkadang untuk aktivitas yang ringan, seperti berjalan atau naik tangga.
Ini karena tubuhnya membawa bobot yang berat. Selain itu, anak yang mengalami obesitas juga cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga lebih mudah lelah.
4. Mendengkur saat tidur
Obesitas pada anak juga telah dikaitkan dengan kebiasaan mendengkur saat tidur. Hal ini dapat terjadi karena penumpukan lemak dapat mempersempit jalur napas anak sehingga muncul dengkuran.
5. Muncul bercak hitam di leher atau ketiak
Salah satu tanda obesitas pada anak yang cukup khas adalah munculnya bercak hitam di area lipatan, seperti leher belakangan, selangkangan, atau ketiak. Kondisi ini disebut dengan akantosis nigrikans.
Akantosis nigrikans merupakan tanda awal terjadi resistensi insulin pada anak yang mengalami obesitas. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa berujung pada diabetes melitus.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Untuk mengetahui anak obesitas atau tidak, tidak cukup hanya dengan melihat kenaikan angkat berat badan. Orang tua atau dokter perlu mengetahui indeks massa tubuh anak, dengan membandingkan antara berat badan dan tinggi anak, yang sesuai dengan jenis kelamin dan usianya.
Sampaikan pola makan anak, kebiasaan yang ia lakukan, dan riwayat kesehatan lain, yang mungkin berkontribusi dalam penambahan berat badannya.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Eka Hospital Permata Hijau, dengan dr. Nirmalia Husin, M.Ked(Ped) Sp.A. Anda juga dapat menemui dokter spesialis anak Eka Hospital lainnya dengan menghubungi Call Center kami di 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu dan mengetahui jadwal dokter lainnya.

