
Kista adalah kantong atau benjolan yang berisi cairan. Kista dapat terbentuk di mana pun. Jika terbentuk di indung telur, kondisi ini disebut dengan kista ovarium.
Kista ovarium tidak selalu berbahaya. Bahkan, ini bisa jadi merupakan kondisi yang normal mengikuti siklus menstruasi wanita. Lantas, bagaimana membedakannya? Simak penjelasan lengkap dr. Alexander Mukti, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Eka Hospital Cibubur.
Apakah Kista Ovarium Berbahaya?
Kista ovarium adalah suatu jaringan berkantong yang berisi cairan, menyerupai balon. Sering kali, kista yang muncul di ovarium bukanlah kondisi yang berbahaya.
Pada wanita, munculnya kista ovarium umumnya dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Menurut dr. Alexander Mukti, Sp.OG, hormon wanita akan mengalami fluktuasi selama siklus tersebut. Naik turunnya hormon inilah yang memengaruhi pembentukan kista ovarium.
Kista ovarium yang terbentuk setiap bulan karena pengaruh hormon disebut dengan kista fungsional. Menjelang masa subur, atau di pertengahan siklus, kista fungsional ini akan pecah dan melepaskan sel telur yang sudah matang.
Kista fungsional bukanlah kista yang berbahaya karena terbentuk secara alami mengikuti siklus menstruasi seorang wanita.
Jenis Kista Ovarium Fungsional
Kista fungsional adalah jenis kista ovarium yang paling sering terjadi. Pertumbuhan kista ini muncul karena siklus menstruasi normal dan biasanya tidak berukuran besar.
Ada dua jenis kista ovarium fungsional yang tergolong normal, yaitu:
- Kista folikular
Setiap bulannya sel telur akan dilepaskan dari folikel pada masa ovulasi. Jika folikel tidak melepaskan sel telur, kista folikular akan terbentuk.
- Kista korpus luteum
Sel telur yang berhasil dilepaskan akan berubah menjadi struktur yang disebut korpus luteum. Korpus luteum ini akan meluruh jika kehamilan tidak terjadi. Namun, alih-alih meluruh, terkadang korpus luteum justru membentuk kista berisi cairan.
Seiring waktu, kista ovarium fungsional umumnya dapat mengecil dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Ciri-Ciri Kista Ovarium yang Berbahaya
Umumnya, kista ovarium tidak berbahaya dan bersifat jinak. Namun, ada pula kista ovarium yang perlu diwaspadai.
Beberapa tanda kista ovarium perlu diwaspadai, antara lain:
- Letaknya menetap dan tidak pernah hilang
- Menimbulkan nyeri hebat terutama di area panggul atau punggung bawah
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Ukuran kista semakin membesar
- Gangguan siklus menstruasi
- Perut buncit
- Mudah kenyang walau baru makan sedikit
- Masalah reproduksi
Kista yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi tidak selalu menjadi tanda penyakit serius. Meski demikian, kista yang menimbulkan gejala seperti di atas perlu mendapatkan pemantauan khusus.
Melakukan pemeriksaan panggul atau pemeriksaan reproduksi secara rutin dapat jadi salah satu cara observasi dan mencegah komplikasi dari kista ovarium.
Melakukan pemantauan juga dapat membantu dokter menemukan kista ovarium sebelum telanjur berat dan membutuhkan pengobatan yang lebih kompleks. Dengan demikian, penanganan yang diberikan juga lebih tepat.
Jika Anda curiga memiliki kita ovarium atau mengalami gejala di atas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Salah satu dokter yang bisa Anda temui adalah dr. Alexander Mukti, Sp.OG, di Eka Hospital Cibubur.
Hubungi Call Center kami di 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu dan mengetahui jadwal dokter lain, baik di Eka Hospital Cibubur atau Eka Hospital terdekat Anda.

